24 February 2020, 13:43 WIB

RI masih Negosiasikan Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PEMERINTAH memutuskan memprioritaskan evakuasi 188 WNI dari kapal pesiar World Dream. Pemulangan puluhan WNI lainnya yang ada di kapal pesiar Diamond Princess masih dinegosiasikan prosedurnya dengan pemerintah Jepang.

Keputusan itu disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/4).

"Sesuai dengan arahan Presiden, jadi kita akan tangani satu per satu supaya lebih cermat, dengan segala kehati-hatian. Sementara yang kita putuskan untuk mengevakuasi anak buah kapal dari World Dream," kata Muhadjir.

"Kita tangani satu per satu, sekarang masih negosiasi dengan pemerintah Jepang bagaimana supaya warga negara di sana (di kapal Diamond Princess) bisa ditangani," ujar Muhadjir.

Ratusan WNI kru kapal pesiar World Dream akan dijemput dengan kapal KRI Seoharso milik TNI Angkatan Laut dan akan diobservasi di salah satu pulau tak berpenghuni di Kepulauan Seribu.

Lokasi observasi di Pulau Sebaru I, imbuh Muhadjir, dipilih lantaran dianggap sebagai tempat yang aman karena tidak berpenghuni.

"Pokoknya ada tempat yang kita anggap aman. Karena ada pulau yang tidak ada penghuninya, kita tinggal pakai aja. Lokasi sudah disiapkan yaitu di pulau yang tidak berpenghuni, di Pulau Sebaru I," imbuh mantan Mendikbud itu.

Muhadjir melanjutkan KRI Soeharso saat ini sudah berlayar untuk melakukan penjemputan. Adapun kapal World Dream menanti penjemputan di perairan internasional di dekat Pulau Bintan, Riau.

Ratusan WNI tersebut nantinya akan dipindahkan ke KRI Soeharso dan tetap akan menjalani pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatannya. Adapun otoritas Hong Kong yang sebelumnya telah melakukan pemeriksaan menyatakan 188 WNI tersebut terbebas dari virus korona.

"Di KRI Soeharso (WNI) akan diobservasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan TNI AU," ucap Muhadjir.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan menjelaskan pemulangan WNI di kapal World Dream didahulukan lantaran risikonya lebih kecil karena belum terjadi penularan di dalam kapal seperti yang terjadi di kapal Diamond Princess.

"Ini kan yang risikonya paling kecil. Jadi pertimbangan medis itu harus sangat dipertimbangkan dengan baik, tidak boleh emosional. Harus satu demi satu, demi keselamatan seluruh bangsa dan negara karena kita masih dalam zona green zone (bebas virus korona)," ungkapnya.

Untuk pemulangan puluhan WNI di kapal Diamond Princess yang telah dinyatakan negatif virus korona, Terawan mengatakan pemerintah terus bernegosiasi dengan Jepang mengenai cara terbaik evakuasi untuk menutup celah potensi penularan.

Pasalnya, kapal yang ada di Yokohama tersebut dikhawatirkan menjadi episentrum baru penularan korona. Terawan mengatakan pemerintah tidak ingin terburu-buru agar Indonesia tidak menjadi lokasi penularan baru dari virus korona. Kepada pemerintah Jepang, imbuh Terawan, Indonesia juga meminta data epidemologi.

"Pemerintah menjaga penduduk yang 260 juta ini tetap bisa survive sembari kita melakukan tindakan-tindakan untuk juga menyelamatkan masyarakat kita yang ada di Jepang," katanya.

"Tapi harus prosedur dan tata caranya jangan mengikuti apa yang mereka inginkan, hanya sekedar secepatnya saja. Tata caranya kita tahu, cara yang tepat melakukan pemindahan tanpa membuat episentrum baru," papar Terawan. (Dhk/OL-09)

BERITA TERKAIT