24 February 2020, 12:12 WIB

Menkes Nilai Evakuasi dengan Kapal Lebih Aman


Nur Azizah | Humaniora

PEMERINTAH berencana memulangkan 74 WNI di kapal Diamond Princess dari Yokohama, Jepang menggunakan Kapal Rumah Sakit Suharso. Alasan pemerintah menggunakan kapal lantaran dinilai memiliki risiko paling kecil.

"Kita atur supaya dia dapat sarana karantina yang baik dan ini kan yang risikonya paling kecil. Mudah-mudahan semuanya bisa melalui masa karantina dengan baik, dengan sehat, makanya kita gunakan kapal," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Negara, Senin (24/2).

Terawan mengatakan pertimbangan kesehatan lebih penting dan harus diutamakan. Namun, Indonesia masih menunggu keputusan dari Pemerintah Jepang.

"Supaya ndak menimbulkan (masalah). Jadi, pertimbangan medis itu harus sangat dipertimbangkan dengan baik, tidak boleh emosional. Harus satu demi satu, demi keselamatan seluruh bangsa dan negara karena kita masih dalam zona green zone," ungkap Terawan.

Baca juga: 270 WNI di Kapal Diduga Terinfeksi Korona, Kemenkes: Kita Jemput!

Terawan menyampaikan pemerintah bakal segera bergerak usai negosiasi berhasil. Kendati belum diputuskan, Indonesia telah mengirim KRI Suharso, pekan lalu.

"Kita terus bernegosiasi dengan Jepang mengenai upaya, teknik yang paling baik untuk bisa mengeluarkan mereka. Harus dengan semua cara jangan semaunya sendiri," pungkas dia.

Terdapat 78 WNI ABK dalam kapal Diamond Princess. Empat di antara mereka positif COVID-19. Mereka dinyatakan positif usai menjalani masa karantina.

Sementara, Amerika Serikat (AS0 telah mengevakuasi dan memulangkan ratusan warga mereka dari kapal pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang, Senin (17/2). Pemulangan dilakukan saat jumlah korban tewas akibat virus korona COVID-19 mendekati 1.800 orang.

Lebih dari 620 penumpang kapal Diamond Princess terinfeksi virus COVID-19. Kapal ini membawa 3.700 penumpang dan kru, serta telah dikarantina sejak 3 Februari lalu  (OL-1)

BERITA TERKAIT