24 February 2020, 12:09 WIB

Banjir Bandang di Lombok Timur, BPBD NTB Lakukan Upaya Darurat


Ihfa Firdausya | Nusantara

BANJIR bandang menerjang Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (MTB) kemarin sore (23/2) pukul 16.00 waktu setempat. Wilayah yang terdampak banjir bandang tersebut yakni Dusun Melempo dan Dusun Mentareng di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia.

Dalam laporan BPBD NTB, 59 KK atau 250 jiwa mengungsi akibat peristiwa ini. Hingga Senin (24/2) pagi ini, BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan BPBD setempat masih melakukan upaya darurat pascabanjir bandang di dua dusun tersebut.

"BPBD dan multipihak bekerja sama dalam upaya darurat, khususnya penanganan warga yang harus mengungsi. Meskipun genangan telah surut, sejumlah warga mengungsi di tenda pengungsian dan musholla yang berada di Dusun Melempo," tulis Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, dalam keterangan resmi, Senin (24/2).

Menurut Agus, sisa material banjir bandang dan lumpur juga masih terus dibersihkan oleh warga masyarakat yang dibantu petugas. Di samping itu, supai air bersih juga disalurkan melalui mobil damkar dan bantuan logistik lain berupa permakanan dan air mineral.

"Lebih dari 150 personel gabungan membantu upaya penanganan darurat tersebut. Mereka berasal dari TRC BPBD, tim SAR, Satpol PP, Bakesbangpol Depdagri, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, aparat pemerintah kecamatan, forkopimda Sambelia, TNI, Polri," lanjut Agus.

Laporan BPBD NTB menyebut banjir bandang yang terjadi sore kemarin (Minggu/23/2) mengakibatkan kerusakan fisik bangunan dan infrastruktur. 

"Rumah warga rusak ringan sebanyak 4 unit, sedangkan kerusakan infrastruktur berupa tembok sisi barat Masjid Darul Qur'an jebol,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahsanul Khalik dalam keterangan resmi.

Selain kerusakan tersebut, Ahsanul menyampaikan bahwa tanggul sungai pemukiman Jebol di tiga titik dan jaringan perpipaan air bersih warga sepanjang 3 km rusak terbawa banjir.

"Tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir bandang ini," tutupnya.

Sehubungan dengan kondisi cuaca, BPBD memantau bahwa hujan dalam beberapa hari ke depan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih akan mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Timur. Masyarakat setempat diimbau untuk mengantisipasi akan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang disertai dengan petir. (Ifa/OL-09)

BERITA TERKAIT