24 February 2020, 12:03 WIB

Israel Klaim Serangan Udara Mematikan di Suriah dan Gaza


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

DUA pejuang kelompok militan dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di Damaskus, Suriah, kata kelompok bersenjata itu. Israel juga mengonfirmasi serangan di ibu kota Suriah dan Gaza.

Sebuah pernyataan dari sayap bersenjata militan Islami, Senin (24/2), mengatakan kedua pria, yang merupakan anggota kelompok itu, “Tewas dalam pengeboman Zionis di Damaskus,” yang terjadi pada Minggu (23/2) malam.

Sebelumnya, Israel mengatakan pihak mereka melancarkan serangan ke selatan Damaskus setelah tembakan roket dari Jalur Gaza.

"Di wilayah Adeliyah, di luar Damaskus, sebuah kompleks Islamic Jihad diserang, digunakan sebagai pusat aktivitas Islamic Jihad di Suriah," tambah Tel Aviv, sementara mengonfirmasikan beberapa serangan lain di Gaza.

Jarang bagi Israel untuk mengklaim serangan semacam itu secara langsung. Al Jazeera juga menerima konfirmasi independen tentang serangan udara di Gaza.

Gambar yang diterima oleh Al Jazeera menunjukkan bola api menerangi langit malam di satu lingkungan Gaza, saat asap tebal membumbung ke udara. Tidak ada laporan langsung tentang korban.

Kelompk miltan Islami beroperasi di wilayah Palestina dan Suriah dan menembakkan lebih dari 20 roket dari Gaza sepanjang Minggu.

Seorang koresponden AFP di Damaskus mendengar beberapa ledakan kuat tak lama sebelum tengah malam waktu setempat.

Organisasi pemantau perang, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), mengatakan serangan itu terjadi di dekat bandara internasional Damaskus.

Kantor berita negara Suriah, SANA, mengatakan, "Sebagian besar rudal musuh ditembak jatuh sebelum mencapai target," menekankan bahwa “tidak ada bandara” yang terkena serangan.

Sejak dimulainya konflik Suriah pada 2011, Israel telah melakukan ratusan serangan di Suriah, terutama menargetkan pasukan pemerintah serta pasukan sekutu Iran dan pejuang Hizbullah.

Israel menganggap Iran sebagai ancaman keamanan nasional dan mengatakan tidak akan menolerir kehadiran Iran di perbatasannya. (AFP/Aljazeera/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT