24 February 2020, 11:45 WIB

Wapres Minta Moderasi Beragama Terus Digaungkan


Indriyani Astuti | Humaniora

IKATAN Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) merupakan organisasi yang lahir dari Nahdlatul Ulama (NU). Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar IPNU juga mewarisi semangat NU dalam mengawal keagamaan dan kebangsaan terutama menghadirkan islam yang moderat.

Hal itu disampaikan Ma'ruf saat menghadiri acara Maulid dan Tasyakur Hari Lahir IPNU Ke-66 di GOR Soemantri Brojonegoro, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (23/2) malam.

Wapres menjelaskan ajaran yang dibawa NU adalah Islam yang moderat. Oleh karena itu, IPNU sebagai bagian dari NU harus turut menjaga pemahaman tentang Islam moderat ini.

"Moderat itu artinya tidak tekstual, tidak liberal, [dan] tidak radikal," ungkapnya.

Namun, menurut Wapres, Islam moderat yang diajarkan NU tidak statis, artinya terus bergerak (dinamis) menyesuaikan perkembangan zaman.

Baca juga: Si Kaya Nikahi Si Miskin, Sekjen MUI: Itu Perbuatan Mulia

"Karena itu, NU terus melakukan aktualisasi. Walaupun dinamis tetapi tidak liberal. Karena NU ber-manhaj, ada metodologi yang digunakan dalam cara berpikirnya," terang Wapres.

Selain itu, Wapres juga menyebutkan bahwa sebagai organisasi yang lahir di zaman penjajahan, NU juga memiliki semangat dan tanggung jawab kebangsaan.

"Semangat yang dibangun NU adalah semangat hubbul wathon minal iman, cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman," ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Wapres, sejak awal, NU selalu berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, tugas IPNU saat ini adalah melanjutkan semangat NU dengan merawat kemerdekaan.

"Tugas kalian sekarang adalah menjaga negara ini dari pemahaman-pemahaman yang tidak sesuai dengan NU," imbuhnya.

Wapres berpesan agar IPNU selalu berperan dalam mengisi kemerdekaan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Adapun, Ketua Umum IPNU Aswandi Jailani, melaporkan acara tasyakuran Harlah IPNU kali ini mengusung tema “Harmoni Pelajar Indonesia, Bersatu Dalam Karya".

Tema itu memiliki dua makna yang fundamental. Pertama, harmoni pelajar merupakan bentuk keterpaduan dan keselarasan bergerak dan bertindak para pelajar Indonesia dalam keberagaman.

"Kedua, kreativitas dan pengembangan inovasi untuk menghasilkan karya-karya nyata di negeri ini," jelasnya.

Terkait karya nyata IPNU untuk Indonesia, Aswandi mencontohkan, salah satu kader IPNU asal Wonosobo, Ravi Ramadhani, berhasil meraih medali emas di ajang Expo Sciences International (ESI) 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

"Ini merupakan karya nyata sumbangsih kader IPNU terhadap negeri ini," paparnya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR Asrul Sani, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, serta beberapa petinggi PBNU dan mantan kader IPNU yang berhasil menduduki jabatan-jabatan penting.

Pada kesempatan itu, Wapres didampingi Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi. (OL-1)

BERITA TERKAIT