24 February 2020, 11:07 WIB

Single Minimalis Duo Pop Eunoia


Fathurrozak | Weekend

DARI materi puisi, Kamis digarap dengan materi yang berisikan gitar dan vokal. Sementara isian piano sebagai dasar untuk meletakkan trek ini bernuansa balada.

Berdurasi 5:43 menit, Kamis menjadi single perkenalan Eunoia pada publik. Single ini memiliki komposisi yang minimalis dengan materi gitar, vokal, serta piano sebagai dasar. Hingga memasuki menit ke-3, lagu ini digarap dengan sentuhan yang cukup liris. Hingga pada menit ke 3:47, lagu bergerak pada komposisi yang lebih padat, dengan materi perkusi juga vokal latar yang turut menambah ketebalan layer isi.

Eunoia merupakan duo pop yang terdiri dari Yanurisa Ananta (vokal), dan Nehemia Nosevy (gitar). Pada Sabtu, (22/2) mereka merilis lagu tunggal Kamis lewat silent gig di Atiga, Tebet, Jakarta Selatan. Dengan konsep itu, Eunoia mempersilakan pada para pendengar untuk menggunakan perangkat dengar headphone di sebuah ruangan. Helmi, sapaan akrab Nehemia, menyebutkan, maksud silent gig tersebut, ditujukan agar pendengar yang datang saat dirilisnya singel ini mengalami pengalaman sama ketika mereka mendengarkan versi audio di medium pemutar musik digital.

"Gue sering menemukan ketika suatu band atau musisi launching lagu, tetapi tidak sama saat didengarversi audionya. Jadi, gue pengen yang mereka dengar saat launching, sama dengan ketika nanti mereka mendengarkan di layanan streaming musik. Makanya kami bikin ini, supaya mereka bisa menikmati benar-benar secara personal," ungkapnya .

Selain itu, sebagai duo grup musik yang baru memperdengarkan karya mereka ke publik luas,mereka juga ingin agar setiap pendengar yang datang saat perilisan mengetahui setiap kata yang ada di liriknya.

"Karena liriknya enggak gamblang, dan agak menggunakan personifikasi, jadi yang denger juga bisa bener-bener ngerti kalimat yang ada di lirik. Misal kata pertama Kamis, bisa aja kalau di speaker, terdengarnya tangis," tambah Aya, sapaan sang vokalis.

Mengendap Dua Tahun

Lagu yang digubah dari puisi berjudul sama ini sempat mengendap selama dua tahun. Dalam proses itu pula, materi lagu mengalami pertumbuhan. Dari yang semula hanya berisi vokal dan gitar dan lebih berintensi pada warna minor yang amat liris, bertransformasi menjadi materi yang lebih ramai pada bagian menjelang akhir. Helmi terinsipirasi dari Kunto Aji, dalam prosesnya bermusik.

"Awalnya bikin lagu bener-bener lirih, sepi, yang cuma berdua main gitar dengan reverb lebih besar. Lalu saat proses penggarapan single ini, ketemu dengan Kunto Aji. Dia bercerita, proses dan menunggu merupakan hal yang enggak pernah sia-sia. Kok pas banget ketika gue ngerjain Kamis. Jadi ketika gue denger Aya nyanyi terdengar sangat minor, gue dapet lirisnya. Hanya ketika gue mendapat cerita tentang proses, berharap, dan menunggu enggak ada yang sia-sia, endingnya gue kasih sesuatu yang ceria. Nada boleh aja tetep minor, tetapi orang dengernya jadi sesuatu yang positif.”

Spirit itu kemudian bersinggungan dengan makna yang tersemat di balik nama mereka. Eunoia, dijelaskan Aya, nama tersebut memiliki arti pikiran-pikiran yang baik.

"Diambil dari bahasa Yunani. Gue secara personal punya pemikiran bahwa pikiran yang positif ialah kunci kita untuk hidup bahagia. Intinya itu. Dan semoga dari karya kita juga bisa kasih vibe positif ke orang-orang yang mendengarkan, meskipun kedengarannya sedih," jelas Aya. (M-4)

BERITA TERKAIT