24 February 2020, 10:57 WIB

Wabah Korona, Giorgio Armani Gelar Fashion Show Tanpa Penonton


Nur Aivanni | Internasional

GIORGIO Armani, desainer ternama Italia menggelar acara Milan Fashion Week tanpa dihadiri penonton pada Minggu (23/2) setelah Italia mengumumkan lonjakan kasus virus korona dan memberlakukan isolasi di beberapa daerah. Italia telah mengonfirmasi 152 kasus virus, termasuk tiga kematian yang terkait dengannya. Negara tersebut juga telah memberlakukan pembatasan perjalanan dan pergerakan bagi puluhan ribu penduduk di beberapa kota bagian utara.

Sebagian besar kasus di Italia berpusat di sekitar Codogno, sekitar 70 kilometer (43 mil) tenggara dari Milan. Kecemasan atas wabah tersebut merangkak ke arena catwalk ketika Milan menutup pekan modenya pada Minggu (23/2). Untuk mengantisipasi penyebaran virus korona, Giorgio Armani memutuskan tetap menggelar pertunjukan busana untuk kaum hawa di dalam sebuah ruangan kosong tanpa penonton.

"Keputusan itu diambil untuk melindungi kesejahteraan semua tamu undangannya dengan tidak meminta mereka menghadiri ruang ramai," kata merek ternama tersebut dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (22/2), seperti dikutip AFP, Senin (24/2).

Acara yang dijadwalkan pukul 16.00 waktu setempat, pada Minggu (23/2) tersebut kemudian disiarkan langsung di situs webnya, halaman Instagram dan Facebook sebagai gantinya.

Di tempat lain di Milan Fashion Week, desainer Italia Laura Biagiotti membatalkan acaranya, sementara beberapa hadirin mengenakan masker wajah. Keputusan yang diambil para desainer tersebut pun menuai pujian dari sejumlah orang.

"Saya senang bahwa Giorgio Armani hari ini telah memutuskan, bersama dengan Biagiotti tidak melakukan pertunjukkan dengan cara biasa, tetapi melakukannya di balik pintu tertutup," kata kritikus mode Eva Desiderio.

baca juga: Khawatir Korona, Negara Tetangga Tutup Perbatasan dengan Iran

Sementara itu, Dolce & Gabbana tetap mengadakan acara mereka sesuai rencana. Meskipun ada kekhawatiran terhadap virus korona, banyak acara makan dan pesta pada Sabtu malam dihadiri banyak orang, termasuk pesta Bottega Veneta yang merayakan koleksinya diresmikan pada hari sebelumnya.

Lebih dari 50.000 penduduk di 11 kota di Italia bagian utara berada di bawah karantina setelah Italia mengonfirmasi dua kematian akibat virus korona pada Jumat dan Sabtu. Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan tindakan isolasi tersebut bisa berlangsung berminggu-minggu. (AFP/OL-3)

BERITA TERKAIT