24 February 2020, 10:47 WIB

Calon Perseorangan Ditolak 10 Menit Jelang Penutupan Pendaftaran


Lina Herlina | Nusantara

SEPULUH menit menjelang tahapan penyerahan syarat dukungan untuk calon perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Makassar 2020 ditutup, pasangan bakal calon Andi Budi Pawawoi-Idham Amiruddin, bersama tim dan berkas dukungan di lokasi penyerahan berkas Lantai 2, Ruang Azalea, Hotel Claro Makassar.

Sayangnya, setelah registrasi Minggu (23/2), pukul 23.49 Wita, pasangan Andi Budi Pawawoi-Idham Amiruddin, harus pulang dengan tangan hampa. Mereka membawa pulang semua berkas persyaratan dalam puluhan boks yang disusun rapi. Alasannya, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, tidak menerima berkas pasangan bakal calon tersebut karena tidak lengkap berdasarkan persyaratan dan regulasi untuk calon perseorangan.

"Jadi tidak ada serah terima dokumen, karena berkas dukungan mereka tidak lengkap. Mereka hanya membawa satu berkas atau syarat dari empat syarat dukungan, yaitu hanya dokumen atau form B1.KWK," jelas Farid, Senin (24/2).

Sementara yang harus dibawa, selain dokumen B1.KWK yang merupakan dukungan perseorang, juga tiga dokumen lain yaitu B1.1. KWK yaitu rekapitulasi dukungan per kelurahan, dokumen B1.2.KWK yaitu pakta integritas, dan B2.KWK yaitu rekaputasi sebaran dukungan.

"Berkas-berkas itu satu kesatuan, secara regulasi harus diserahkan sekaligus. Itu syarat imperatif dan kumulatif, tidak boleh dipisah-pisah. Karena itu sudah diatur dalam PKPU Nomor 3 tahun 2017 dan PKPU Nomor 18 tahun 2019 tentang pencalonan," urai Farid.

Pasangan Andi Budi Pawawoi-Idham Amiruddin, merupakan satu dari tujuh pasangan yang sempat mengambil user aplikasi silon (Sistem info pencalonan) untuk maju di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar (Pilwalkot) 2020 lewat perseorangan.

Enam pasangan lainnya, yaitu Andi Munawar Syahrir-Andu Nuwajdah, Iriyanto A Basi Ence-Alihaq Mappaturung, Jabal Nur-M Rivaldi, Moh Ramdhan Pomanto-Maqbul Halim, Muh Ismak-M Faisal Silenang, dan Syarifuddin Dg Punna-Dedy Setiadi T. Farid menambahkan KPU sudah menunggu selama lima hari tahapan masa pendaftaran syarat dukungan perseorangan.

"Tapi ada dinamika, beberapa yang mengonfirmasi tidak akan menyerahkan dukungan. Ada yang hadir menyampaikan keadaannya, tapi secara umum kami ingin sampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada pendaftaran syarat dukungan di Kota Makassar, karena ada yang datang tapi dokumen tidak lengkap" tambahnya.

Karenanya, semua tahapan berikutnya sudah tidak berlaku atau tidak ada. Seperti verifikasi administarsi dan faktual dan pengecekan berkas. Sehingga tahapan berikutnya yang paling dekat dengan pencalonan sebut Farid, adalah pendaftaran bakal calon kepala daerah.

baca juga: BPBD DIY Tegaskan Kegiatan Susur Sungai Tidak Untuk Anak-Anak

"Karena secara regulatif calon perseorang sudah tertutup sekarang tahapannya. Maka secara konservatif kita hanya bisa mengasumsikan pendaftaran lewat parpol yang mulai bukan 23 Juni nanti," sebut Farid.

"Nanti secara teknis akan diatur, tapi yang ingin saya sampaikan saat ini, yaitu fokus kami adalah edukasi kepada publik. Tentang tahapan itu nanti akan kita diskusikan lebih serius," pungkasnya. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT