24 February 2020, 10:46 WIB

SSB Serahkan Rekomendasi Manajemen Konflik


Amirudin Abdullah Reubee | Humaniora

MOMEN penting Kenduri Kebangsaan dimanfaatkan secara baik oleh Sekolah Sukma Bangsa untuk menyerahkan sumbangan pemikiran tentang manajemen konflik berbasis sekolah. Hasil pengalaman atau pengkajian dewan guru dan pelaku pendidikan di sekolah berkarakter itu diserahkan dalam bentuk rekomendasi.

Penyerahan rekomendasi manajemen konflik berbasis sekolah tersebut dilakukan Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Bangsa Ahmad Baedowi kepada pemerintah pusat melalui Menteri Agama Fachrul Razi di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2).

Momen itu juga bertepatan dengan acara Kenduri Kebangsaan yang merupakan kerja sama Yayasan Sukma Bangsa bersama forum anggota DPR dan DPD RI dapil Aceh.

Rekomendasi manajemen konflik merupakan sumbangsih sekolah berkarakter tersebut yang lahir di masa provinsi paling barat di Indonesia itu menjalani rehabilitasi dan rekonsiliasi pascatsunami dan konflik bersenjata berkepanjangan.

Penyerahan rekomendasi itu juga merupakan bentuk kepedulian Yayasan Sukma Bangsa terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

Alasannya, tiga Sekolah Sukma Bangsa, yaitu masing-masing di Kabupaten Pidie, Bireuen, dan Lhokseumawe, memiliki pengalaman panjang tentang cara mengelola persoalan negatif yang diderita anak-anak imbas dari konflik yang terjadi.

Sekolah Sukma Bangsa antara lain memiliki buku panduan dan modul terkait pengelolaan manajemen konflik berbasis sekolah.

"Kita punya pengalaman panjang bagaimana mengelola aspek-aspek akibat konflik yang diderita anak-anak," tutur Ahmad Baedowi.

Sekolah Sukma Bangsa sekarang juga sudah mendiseminasi gagasan manajemen konflik berbasis sekolah tersebut ke seluruh Indonesia.

Yayasan Sukma Bangsa lalu berharap rekomendasi pelatihan manajemen konflik dapat bermanfaat karena merupakan salah satu sumbangan dari Aceh untuk Indonesia.

 

Alat kerja

Sementara itu, pengusaha Aceh mengapresiasi optimisme yang disampaikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, terhadap kebangkitan ekonomi dan juga investasi di Aceh dengan meminta langsung dukungan dari Presiden Joko Widodo di saat berlangsungnya Kenduri Kebangsaan di Kompleks Sekolah Sukma Bangsa di Bireuen.

CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid, misalnya, siap mengerahkan alat-alat kerja untuk mendukung Pusat Logistik Berikat Kawasan Industri Aceh (PLB-KIA) Ladong di Aceh Besar.

"Seluruh alat kerja pendukung PLB sudah siap beroperasi dan akan dimobilisasi ke Aceh dengan menyesuaikan progres PLB," ungkapnya dalam siaran pers, kemarin.

"Saya mencatat ada tujuh permohonan Plt Gubernur Aceh yang disampaikan kepada Presiden yang mayoritas bicara tentang ekonomi. Saya mengapresiasi sambutan yang memberikan optimisme bahwa ekonomi Aceh akan bangkit dan investor akan ke sana," tambahnya.

Ismail mengatakan Pusat Logistik Berikat merupakan kawasan yang akan menjadi tempat konsolidasi barang atau komoditas unggulan Aceh yang dihasilkan masyarakat untuk tujuan ekspor. PLB juga menjadi tempat transit barang impor tujuan industri yang masih mendapat fasilitas penangguhan pajak impor.

"Kemiskinan di Aceh bisa berkurang jika roda ekonomi berputar di masyarakat. Salah satunya melalui gerbang ekspor-impor dan pelabuhan," tukas Ismail. (Ant/X-11)

BERITA TERKAIT