24 February 2020, 09:43 WIB

Ancaman Tanah Ambles di Batang Capai 24,86 hektare


Akhmad Safuan | Nusantara

ANCAMAN bencana tanah ambles di Desa Jolosakti, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah mencapai 24,86 hektare dan dapat menimbulkan longsor dengan volume 3,6 juta meter kubik. Laporan tersebut telah direspons oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Kita telah turunkan tim ahli untuk secepatnya meneliti dan hasilnya sudah dapat diketuhui untuk direkomendasikan langkah antisipasi,"  kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (24/2).

Berdasarkan keterangan para ahli yang telah memaparkan hasil penelitian tanah ambles di Kabupaten Batang, gerakan tanah bersifat merayap (soil creep) arah umum N 173 E (selatan) ini sudah lama berlangsung danmengalami percepatan saat musim hujan karena gangguan lereng.

Pergerakan sejak Rabu (19/2) hingga Jumat (21/2), lanjut Ganjar Pranowo, terjadi secara mendatar sejauh 1,5 meter dan menurun 40 cm, mengakibatkan amblesnya jalan. Kaki tiang listrik bergeser dan dua tiang listrik terlepas dari kabelnya.

"Beberapa kondisi tanah telah pecah-pecah dan membubur yakni jalan Jolosakti-Manggis patah di 4 ruas dan di ujung jalan mendesak jembatan," tambahnya.

Perhitungan teknis, luasan wilayah bergerak mencapai 24,86 hektar dengan pajang 600 x 525 meter, dan kedalaman bidang gelincir diperkirakan 30-35 meter. Bahkan jika terjadi percepatan longsoran akan terjadi longsoran dengan volume mencapai 3,6 juta meter kubik yang berpotensi menutup aliran sungai dan menimbulkan banjir lumpur.

Secara perhitungan permukiman di Desa Jolosakti pada umumnya aman, karena di atas mahkota longsoran. Namun tetap ada rekomendasi mitigasi bencana.

"Berdasarkan rekomendasi untuk sifat darurat yakni mengalihkan aliran air irigasi dan air limpahan hujan di atas longsoran dengan mengalihkan saluran. Menutup rekahan dan mengurung jalan agar tetap berfungsi, serta membenahi jaringan listrik," terang Ganjar.

baca juga: Cuaca Ekstrem, Nelayan Bangka Hilang Saat Melaut

Gubernur mengingatkan agar para petani yang sedang beraktivitas di sawah untuk mewaspadai terjadinya longsor. Apalagi saat musim hujan, sebaiknya para petani segera meninggalkan areal persawahan. Langkah lainnya berupa pembenahan jalan, penguatan jembatan dan penanaman pohon berakar kuat di sepanjang tepi sungai.

"Ada juga rekomendasi mengalihkan budidaya tanaman pertanian dari lahan basah (padi) ke tanaman kebun/kayu di lahan seluas 24,86 hektare, serta menata saluran-saluran irigasi Desa Jolosakti," ujarnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT