24 February 2020, 08:13 WIB

Khawatir Korona, Negara Tetangga Tutup Perbatasan dengan Iran


Nur Aivanni | Internasional

IRAN telah melaporkan delapan kematian dan 43 infeksi akibat virus korona. Di tengah kekhawatiran penyebaran virus korona tersebut, negara-negara tetangga Iran Iran memutuskan hubungan perjalanan dengan Teheran.

Turki, Pakistan, Afghanistan, dan Armenia menutup perbatasan darat mereka dengan Iran pada Minggu (23/2) ketika para pejabat di Teheran melaporkan tiga kematian baru dan 15 kasus baru virus korona dalam satu hari.

Korban meninggal akibat virus korona di Iran adalah jumlah tertinggi yang dilaporkan di luar Tiongkok.

Ketika virus menyebar di Iran, pihak berwenang menutup sekolah-sekolah dan membatalkan acara seni dan film dalam upaya untuk mengendalikan penyebaran wabah.

Baca juga: Xi Jinping: RRT masih Genting Menghadapi Korona

Mereka juga menunjuk setidaknya 230 rumah sakit di seluruh negeri untuk menangani infeksi tersebut.

Tetapi beberapa staf medis menyatakan keprihatinan dengan kurangnya peralatan yang memadai di rumah sakit. Seorang perawat di Kota Rasht di Gilan mengatakan ada kekurangan peralatan di rumah sakit di provinsi utara, tempat empat kasus infeksi telah tercatat.

"Kami berada di garis depan dalam berurusan dengan orang-orang yang diduga terinfeksi. Tetapi kami tidak memiliki pakaian atau masker pelindung yang sesuai standar. Kami telah diberi pakaian yang digunakan di ruang operasi, kami tahu bahwa itu tidak efektif. Kami juga tidak memiliki cairan desinfektan dan pembersih yang diperlukan," katanya seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (24/2).

Sementara itu, seorang dokter di Teheran yang enggan disebutkan namanya juga mengatakan,

"Mereka [pihak berwenang] sama sekali tidak siap menangani penyakit ini. Bahkan rumah sakit tidak dilengkapi dengan baik". (Al Jazeera/OL-1)

BERITA TERKAIT