24 February 2020, 07:48 WIB

Wabah Korona, 188 Awak Indonesia di Kapal World Dream Dipulangkan


Antara | Internasional

SEBANYAK 188 awak Indonesia yang bekerja di kapal pesiar World Dream dipulangkan melalui kapal TNI Angkatan Laut, menyusul dihentikannya sementara pengoperasian kapal jenis cruise ini akibat wabah Covid-19.
 
"Kami lepas jangkar di perairan internasional di dekat Kepulauan Bintan untuk memindahkan para awak ke kapal TNI AL," kata Michael Goh selaku President of Dream Cruises dalam siaran pers, Minggu (23/2).
 
Sebagai tindakan pencegahan tambahan, otoritas dari pemerintah Indonesia juga akan mengimplementasikan pemeriksaan kesehatan dan prosedur observasi bagi anggota kru berkebangsaan Indonesia yang dipindahkan.  Michael Goh menyebutkan Dream Cruises telah mengambil keputusan untuk menghentikan sementara kegiatan operasional kapal pesiar World Dream dari Hong Kong sejak 9 Februari 2020.
 
Terkait hal itu, Departemen Kesehatan Hong Kong mengonfirmasi bahwa semua penumpang dan anggota kru yang berlayar pada pelayaran terakhir telah melalui pemeriksaan kesehatan ekstensif dan pemeriksaan suhu tubuh.  Semua sampel yang diambil dari anggota kru menunjukkan hasil negatif Novel Coronavirus (Covid-19) dan kapal pesiar tersebut telah mendapatkan sertifikasi bebas Coronavirus dari Departemen Kesehatan Pelabuhan di Hong Kong.
 
Semua penumpang yang telah meninggalkan kapal pesiar pada pelayaran terakhir tanggal 9 Februari 2020, tidak menunjukkan gejala yang terkait dengan infeksi Covid-19 sampai saat ini.
 
"Kami bermaksud memberikan penegasan bahwa perusahaan telah memelihara standar kebersihan dan sanitasi tertinggi bagi armada perusahaan, dan berkomitmen untuk menjaga kesehatan semua penumpang dan anggota kru," papar Michael Goh.

baca juga: Empat Warga Inggris dari Diamond Princess Positif Virus Korona
 
Sebagai hasilnya, belum ada laporan mengenai kasus infeksi Covid-19 di antara para tamu dan anggota kru selama berada di atas kapal pesiar. Serta tidak ada penularan penyakit melalui kapal pesiar milik Dream Cruises.  Dengan penghentian operasional sementara ini sejak 9 Februari 2020, tidak ada satu penumpangpun yang berada di atas kapal pesiar. Hal ini merupakan persiapan awal untuk menyambut kegiatan operasional selanjutnya, serta mengantisipasi aktivitas dry-dock.
 
Dream Cruises bekerja sama dengan otoritas regional untuk melakukan fasilitasi perpindahan dan pemulangan para anggota kru di berbagai belahan dunia, mengingat kebangsaan anggota kru yang beraneka ragam, jelas Michael Goh. (OL-3)

BERITA TERKAIT