24 February 2020, 07:45 WIB

Pemulangan Anggota IS Eks WNI Ancam Keamanan Nasional


Theofilus Ifan Sucipto | Politik dan Hukum

RENCANA pemulangan 689 kombatan Islamic State (IS) eks warga negara Indonesia (WNI) dinilai bakal mengancam keamanan Indonesia. Opsi tersebut juga dianggap rawan agenda terselubung.

"(Pemulangan) menjadi skenario terburuk bagi kemananan nasional. Skenario ini sangat rawan penyusupan," kata Analis Terorisme Timur Tengah Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta, Minggu (23/2).

Stanislaus meminta pemerintah tegas mencegah anggota IS eks WNI kembali ke Indonesia.

Pasalnya, kata Stanislaus, ideologi mereka sudah sangat radikal dan telah menjual aset-aset di Indonesia.

"Hal ini harus dicegah karena akan sangat berbahaya bagi kepentingan keamanan dalam negeri," ucap dia.

Baca juga: KPK Doktrin Sikap Antikorupsi kepada Pemuda Desa di Jateng

Stanislaus menambahkan skenario memulangkan anggota IS eks WNI memang akomodatif bagi pegiat kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM). Namun, kata dia, pemulangan anggota IS eks WNI bukan perkara mudah dan membutuhkan waktu yang panjang.

"Mengingat anggota IS eks WNI sudah membakar dokumen kewarganegaraan," ujar Stanislaus.

Stanislaus juga menyarankan pemerintah berkolaborasi dengan intelijen negara lain.

Menurut dia, kerja sama informasi ihwal radikalisme dan terorisme sangat penting lantaran pergerakan aktor radikalisme lintas negara.

"Juga dilakukan dengan organisasi yang menangani pengungsi terutama untuk pendataan dan pemetaan," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT