24 February 2020, 07:15 WIB

KPK Doktrin Sikap Antikorupsi kepada Pemuda Desa di Jateng


Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan Komunitas Ketjil Bergerak menanamkan sikap antikorupsi kepada pemuda desa di Dusun Gunungsono, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Hal itu merupakan bagian dari pencegahan tindakan korupsi di desa.

"Sebanyak 94 muda-mudi dari 54 desa di kabupaten atau kota di Provinsi Jawa Tengah termasuk 42 di antaranya adalah pemuda dari Desa Gilirejo, mengikuti program bertajuk Sekolah Pemuda Desa," kata Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ipi Maryati di Jakarta, Senin (24/2).

Ipi mengatakan kegiatan ini merupakan usaha jangka panjang untuk pencegahan tindak pidana korupsi. Pasalnya, pemuda memegang peran paling penting untuk membawa perubahan.

"Terutama karena pemikiran serta kecepatannya dalam merespon isu-isu sosial. Jika energi muda tersebut digabungkan dengan program prioritas negara dan disalurkan secara langsung ke masyarakat, diharapkan akan menjadi kekuatan perubahan yang besar di masyarakat," ujar Ipi.

Baca juga: Saut Situmorang: Pimpinan KPK Jangan Terlena Adaptasi

Dalam kegiatan itu, para pemuda desa juga diajarkan tentang pengetahuan terkait pengelolaan dana desa. Para pemuda juga diajarkan alur dan peruntukkan dana desa yang diberikan pemerintah.

"Sehingga para pemuda paham bagaimana cara berpartisipasi dalam mengawal dana desa dan mampu mendorong pembangunan di desanya masing-masing sesuai dengan kebutuhan desa dan peruntukan dana desa," tutur Ipi.

Ipi mengatakan upaya pemberian sikap antikorupsi kepada pemuda desa sudah berlangsung sejak 2017. Setidaknya, kata dia, usaha ini sudah menyisir hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa.

"Dalam dua tahun terakhir telah mencakup dua provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di antaranya Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo, Boyolali, Karanganyar, dan lainnya," ucap Ipi.

Kegiatan ini juga dihadiri Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Aktivis dan penggerak warga di Alas Purwo Banyuwangi Krisna Yulianta, Direktur IBEKA dan aktivis lingkungan hidup Tri Mumpuni, dan Invani Lela Herliana serta Greg Sindana dari Komunitas Ketjil Bergerak. (OL-1)

BERITA TERKAIT