24 February 2020, 07:00 WIB

Jokowi Ancam Copot Menteri yang Lamban Beradaptasi


Nur Azizah | Politik dan Hukum

JURU Bicara Presiden Fadjroel Rachman menegaskan tidak ada perombakan menteri dalam waktu dekat. Pernyataan ini meneruskan ucapan Presiden Joko Widodo saat berkumpul dengan pegiat media sosial di Istana Bogor, Minggu (23/2).

"Menegaskan tidak ada rencana perombakan (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju," kata Fadjroel.

Jokowi meminta seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju fokus terhadap fungsi kementerian masing-masing. Mereka harus segera beradaptasi dengan tugas.

"Menjawab pertanyaan tentang kinerja menteri, Presiden Joko Widodo menyatakan apa-apa perlu penyesuaian. Ada yang cepat beradaptasi, ada yang tidak. Mohon sedikit dimaafkan dulu," ujar Fadjroel.

Baca juga: Penarikan Wewenang Perizinan ke Pusat Dinilai Inkonstitusional

Dari situ, Jokowi akan menilai mana menteri yang lamban dan tidak. Bila tidak pandai beradaptasi, Jokowi tidak segan memecatnya.

"Kalau terus (tidak dapat beradaptasi), pasti saya ganti," tegas Jokowi yang disampaikan ulang oleh Fadjroel.

Isu reshuffle ini pertama kali diembuskan pengguna Twitter Dede Budhyarto dengan nama akun @kangdede78. Dede merupakan salah satu tim yang ikut memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Pengen cerita hasil pertemuan dgn Presiden @Jokowi, eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah," cuit Dede dalam akunnya.

Dede menyebut menteri yang kinerja buruk akan dihentikan. Ia menulis rencana perombakan ini sudah disampaikan ke seluruh pendukung Jokowi-Ma'ruf dari kalangan artis, influencer, dan pegiat media sosial, di Istana Bogor, Jawa Barat. (OL-1)

BERITA TERKAIT