24 February 2020, 05:25 WIB

Mulai Dibangun, Allegria Ditarget Rampung 2022


Ahmad Punto | Ekonomi

PROYEK apartemen di Bandung,  Jawa Barat, yang membidik segmen milenial dan mahasiswa,  yakni Allegria Apartment telah memulai pembangunannya pada Sabtu (22/2). Pembangunan hunian jangkung besutan PT Agung Development melalui anak usaha, PT Indostar Perdana, tersebut ditargetkan rampung dalam 30 bulan sejak pemancangan tiang pertamanya itu atau sekitar pertengahan 2022.

“Kami menargetkan pembangunan selesai dalam 30 bulan sejak ground breaking. Sedangkan target serah terima bisa dimulai pada Desember 2022,” ujar Direktur Utama PT Indostar Perdana, Agung Hadi Tjahjanto,  dalam siaran pers, Minggu (23/2).

Untuk membangun proyek senilai lebih dari Rp 200 miliar itu, Indostar menggandeng PT PP Tbk sebagai kontraktor utama. Sedangkan untuk pembiayaan kredit pemilikan apartemen (KPA) Indostar menggandeng PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan PT Bank OCBC NISP Tbk.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dengan mitra-mitra tersebut sekaligus  dilakukan berbarengan dengan prosesi tiang pancang. Selain dengan PT PP Tbk,  BTN,  dan OCBC NISP,  Indostar juga menggandeng 20 member broker di Kota Bandung untuk penjualan apartemen tersebut.

“Allegria merupakan salah satu proyek prestisius yang akan dibangun PP di Kota Kembang. PP berkomitmen menjaga lingkungan, salah satunya dengan membangun gedung ramah lingkungan,” ujar Rully Noviandar, Senior Vice President (SPV) Divisi Gedung I PT PP (Persero) Tbk, di sela ground breaking.

Menurut Agung Hadi, pihaknya berkomitmen membangun hunian ramah lingkungan dengan tetap menjaga kualitas bangunan. “Kami sangat peduli lingkungan, oleh karena itu di proyek Allegria hanya 25% dari total lahan yang dimanfaatkan untuk bangunan, sedangkan 75% untuk ruang terbuka hijau,” jelasnya.

Selain itu, tambah dia, pihaknya menerapkan konsep green building, refugee area, optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi udara, serta melakukan pengelolaan sampah dan limbah secara optimal.

Apartemen Allegria akan berketinggian 27 lantai dan berkapasitas sekitar 800 unit. Harga jualnya dibanderol mulai Rp400 jutaan per unit dengan membidik sasaran segmen milenial mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), dan para investor yang cukup prospektif di Kota Bandung.

“Respons konsumen cukup antusias. Dari total 800 unit, hingga kini terjual berkisar 30%-40% atau lebih dari 300 unit. Bahkan, saat ground breaking ada mahasiswa yang ikut membeli,” papar Agung. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT