23 February 2020, 16:00 WIB

Mega Ingin PDIP Jadi Partai Berbasis Kader


Widhoroso | Politik dan Hukum

PERNYATAAN keras Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri terkait pencalonan kerabat beberapa pengurus dan tokoh senior PDIP dinilai sebagai sinyal keinginan kuat Megawati menjadikan partai berlambang banteng moncong putih itu menjadi partai berbasis kader.   

"Bisa dimaknai bahwa dari pernyataan itu ada keinginan kuat dari Megawati agar PDIP menjadi partai modern yang berbasis kader, bukan berdasarkan nepotisme. Untuk jangka panjang keinginan Megawati tersebut akan membuat PDIP menjadi partai yang sehat," ujar pengamat sosial politik Rudi S Kamri di Jakarta, Sabtu (22/2).

Menurut Rudi, ini adalah yang pertama kali Megawati mengungkapkan hal seperti itu secara terbuka. Ia menilai ini menjadi tamparan keras bagi petinggi dan tokoh senior PDIP yang selama ini melakukan praktik nepotisme dalam pilkada atau pemilu.

Keinginan Megawati itu, dinilai Rudi bertabrakan dengan upaya dari beberapa tokoh senior PDIP yang berkepentingan memajukan kerabat terdekatnya untuk menfaatkan kendaraan partai demi mendapatkan kekuasaan. "Sebagai contoh dalam Pilkada 2020 yang akan segera berlangsung, ada beberapa tokoh senior PDIP yang memaksakan anaknya maju. Di Kota Blitar, Jawa Timur, misalnya, anak dari mantan Wali Kota Blitar yang tengah terjerat kasus korupsi dipaksakan maju dalam Pilkada 2020," jelasnya.

Rudi juga mencontohkan majunya anak sulung tokoh senior PDIP Pramono Anung yang saat ini menjabat Sekretaris Kabinet, Hanindhito Himawan Pramana atau akrab dipanggil Dhito, maju sebagai calon Bupati Kediri pada Pilkada 2020. "Padahal lazimnya partai modern, survei senantiasa digunakan untuk mengetes elektabilitas atau tingkat keterpilihan kandidat," sambung Rudi.

Menurut Rudi, hal menarik untuk ditunggu adalah respon terkait pernyataan Megaawat tersebut. Jika penyataan Megawati diabaikan, ia menilai itu merupakan pembangkangan atau insubordinasi terhadap perintah ketua umum.

"Ini ujian serius bagi kredibilitas PDIP untuk membersihkan nama besarnya agar terbebas dari citra partai yang nepotis. Di samping itu, juga ujian bagi marwah dan kehormatan Megawati apakah masih punya pengaruh kuat tidak," papar dia. (RO/R-1)

BERITA TERKAIT