24 February 2020, 02:05 WIB

Pesohor Pilih Jalur Perseorangan


Sugeng Sumariyadi | Nusantara

SALAH satu calon kuat pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Ike Edwin dan Zam Zanariana memastikan diri maju lewat jalur perseorangan. Kemarin, mereka mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum Bandar Lampung.

Suasana meriah mewarnai kedatangan mantan Kapolda Lampung yang berpasangan dengan seorang dokter spesialis ini. Massa pendukung mengiringi mereka dengan menggunakan sepeda onthel dan pawai budaya khas Lampung.

“Kami sudah mantap maju dari jalur perseorangan. Sejumlah partai sudah menghubungi saya, tapi demi pembelajaran politik dan demokrasi yang sehat untuk warga Bandar Lampung, saya maju dari independen,” tutur Ike Edwin.

Yang paling penting, tambahnya, dia maju pilkada murni karena ridho Allah dan dukungan masyarakat.
“Saya tidak mau maju dengan kekuatan uang.”
Karena itu, Ike mengaku tidak akan menggunakan spanduk atau baliho, yang dinilainya menghambur-hamburkan dana, seperti yang sudah dilakukan sejumlah figur yang akan mencalonkan diri. Ia akan langsung melakukan pendekatan kepada rakyat, sehingga rakyat mengenal dia, bukan mengenal fotonya.

“Kami juga tidak akan menggunakan sembako untuk membeli hati rakyat. Kami akan mengajak rakyat Bandar Lampung maju, tanpa dikotori politik uang,” tandas jenderal polisi bintang dua itu.

Sementara itu, tujuh pasangan bakal calon dari jalur perseorangan di Nusa Tenggara Timur juga memilih mendaftar di hari terakhir, kemarin. Mereka akan berkontestansi di 6 kabupaten, dari total 9 kabupaten yang menggelar pilkada.

“Ada beberapa berkas dukungan yang terpaksa dikembalikan karena jumlah dukungan di bawah syarat minimal. Karena itu, mereka dicoret dari pencalonan,” ujar Ketua KPU NTT Thomas Dohu.


Rusdy Mastura

Di Sulawesi Tengah, NasDem percaya diri dengan calon yang diusungnya, yakni Rusdy Mastura-Ma’mun Amir. Sosok Rusdy memiliki rekam jejak sangat baik dan sudah sangat dikenal masyarakat.

“Kami yakin pasangan ini mampu membawa pemerintahan dan masyarakat jauh lebih maju. Warga Sulteng sudah mengetahui dia adalah figur pekerja keras dan jujur, dan sudah dipercaya memimpin Kota Palu selama dua periode,” ujar Ketua Tim Pemenanganan pasangan ini, Nilam Sari Lawira.

Ketua DPRD Sulteng itu menambahkan karena kejujurannya, tidak ada dana pemerintah yang digunakan Rusdy untuk kepentingan pribadi. Rekam jejak inilah yang membuat NasDem memberi kepercayaan kepada Rusdy Mastura untuk maju sebagai bakal calon gubernur.

Pengurus Partai NasDem Kalimantan Selatan juga terus melakukan konsolidasi untuk menggodok bakal calon yang hendak mereka usung. Daerah ini akan menggelar pilkada di tujuh kabupaten dan kota, juga pemilihan gubernur.

“Kami tetap berkomitmen menggodok calon tanpa mahar politik. Penentuan bakal calon murni berdasar hasil survei tingkat elektabilitas mereka,” ujar Plt Ketua NasDem Kalsel, Martinus.

Dia mengakui sebagai partai politik, pihaknya mengutamakan kader NasDem sendiri. “Tapi jika hasil survei tidak layak, kami akan mengusung figur yang memang dikehendaki masyarakat.”

Di Pemalang, Jawa Tengah, Gerindra dan PPP berkoalisi guna menumbangkan dominasi PDIP yang mengusung pasangan Agus Sukoco-Eko Priyono.
“Modal kami 13 kursi. Sudah ada tiga calon yang mendaftar ke Gerindra,” ungkap Ketua Gerindra Pemalang, Rama.

Di daerah ini, PDIP bisa mengajukan pasangan calon sendiri. Satu pasangan lain dimungkinkan maju jika
PKB, Golkar, PKS dan NasDem sepakat berkoalisi. (EP/PO/TB/DY/AS/BB/PT/LD/RF/MY/N-3)

BERITA TERKAIT