23 February 2020, 19:30 WIB

Si Kaya Nikahi Si Miskin, Sekjen MUI: Itu Perbuatan Mulia


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi menyampaikan penyataan agar orang kaya menikahi orang miskin untuk memutus mata rantai kemiskinan menuai kontroversi.

Terkait hal itu, Sekjen MUI Anwar Abbas mengapresiasi apabila terjadi pernikahan antara si kaya dan si miskin. Apabila, kondisi itu bisa meminimalisasi ketimpangan yang terjadi di masyarakat.

"Kalau ada orang kaya mau dan ingin menikahi orang miskin dengan niat untuk mengangkat dan mengeluarkannya dari kemiskinan itu bagus sehingga orang dan keluarganya yang tadinya miskin bisa keluar dari kemiskinannya," kata Anwar kepada Media Indonesia, Minggu (23/2).

Baca juga: Muhadjir: Fatwa 'Si Kaya Nikahi Orang Miskin' Cuma Guyonan

Dia menjelaskan, upaya mengentaskan kemiskinan yang dilakukan masyarakat dengan cara pernikahan tentunya sebuah kemuliaan dan patut dihargai.

"Ini jelas sebuah perbuatan yang mulia yang patut kita puji dan hargai," sebutnya.

Namun, ia tidak sependapat apabila usulan yang disampaikan Menko PMK Muhadjir Effendy harus difatwakan.

"Tapi untuk melakukan itu saya rasa tidak perlu ada fatwa. Laksanakan saja bila ada yang ingin melakukannya. Kan itu tidak dilarang oleh agama," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan usulannya soal fatwa orang kaya menikahi orang miskin adalah sebagai gerakan moral dan bukan suatu kewajiban.

"Fatwa kan artinya anjuran, saran, silakan saja. Saya kan minta ada semacam gerakan moral bagaimana memutus mata rantai kemiskinan itu, antara lain bagaimana supaya yang kaya tidak harus memilih-milih ketika mencari jodoh atau menantu harus sesama kaya, jadi gerakan moral saja, fatwa itu anjuran," kata Muhadjir di lingkungan Istana Jakarta. (Fer/A-3)

BERITA TERKAIT