23 February 2020, 17:51 WIB

Polisi Tahan Seorang Pembina Pramuka SMP Negeri 1 Turi


Agus utantoro | Nusantara

SETELAH ditetapkan sebagai tersangka, polisi menahan Pembina Pramuka SMP Negeri 1 Turi berinisial IYA. Wakapolda DIY Brigjen Pol Karyoto, Minggu (23/2/2020) di Yogyakarta mengatakan, penahanan terhadap IYA ini dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif pada hari Sabtu.

''Baru satu orang. Polisi masih terus melakukan pendalaman,'' katanya.

Dia menjelaskan, tersangka berinisial IYA ini merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap kegiatan susur sungai yang berujung meninggalnya 10 peserta.

IYA sehari-harinya adalah guru olahraga di sekolah tersebut. Karyoto lebih lanjut mengungkapkan proses penanganan kasus ini tidak berada di Polda DIY tetapi di Polres Sleman.

Sebelumnya, katanya, polisi telah memeriksa 13 orang yaitu 7 orang pembina Pramuka, 3 orang warga sekitar, dan 3 orang dari Pramuka Kwarcab Sleman.

''Dari hasil pemeriksaan, 7 orang pembina Pramuka, 6 orang di antaranya mengantarkan para siswa untuk pergi ke sungai sedangkan yang seorang berada di sekolah untuk menjaga barang-barang milik siswa yang sedang mengikuti kegiatan,'' katanya.

Lebih rinci Karyoto mengemukakan dari 6 orang yang mengikuti para siswa, seorang pembina menunggu di titik finis, 4 orang ikut susur sungai dan seorang lagi hanya mengantar sampai titik awal dan kemudian pergi.

Dia menjelaskan, IYA dikenai pasal 359 dan 360 KUHP, yakni karena kelalaiannya menyebabkan seseorang meninggal dunia atau luka-luka. "Ancaman pidananya maksimal 5 tahun penjara," katanya. (AU/OL-10)

BERITA TERKAIT