23 February 2020, 16:22 WIB

Saut Situmorang: Pimpinan KPK Jangan Terlena Adaptasi


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PIMPINAN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era Firli Bahuri dinilai wajar beradaptasi dan mendalami tugas-tugas berikut evaluasi perkara. Namun hal itu tidak boleh terlalu lama supaya tindakan dan lompatan pengentasan rasuah kembali meningkat.

"Jadi mereka lagi belajar tapi saya minta belajarnya jangan terlalu lama learningnya, jangan terlalu lama. Pasalnya orang di luar akan semakin suka kalau KPK terlalu lama belajar dan pengambilan kebijakannya juga keputusan bisa lambat," terang mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk Dear KPK, Kok Main Hapus Kasus?, di Jakarta, Minggu (23/2).

Menurut dia, proses adaptasi terlalu lama akan menghambat pengambilan keputusan yang dituntut cepat. Kemudian masyarakat pun menantikan terobosan dan gebrakan pengentasan rasuah supaya bangsa ini lebih baik.

Baca juga: Penghentian 36 Perkara Rasuah dari Kajian Matang

Ia mengatakan penghentian 36 perkara di tingkat penyelidikan yang baru saja diputuskan KPK bagian dari proses evaluasi dan pembelajaran. Kemudian tidak mudah juga bekerja dengan perubahan nomenklatur organisasi seperti adanya Dewan Pengawas.

"Jadi saya katakan mereka lagi belajar mengambil keputusan, memilah-milah antara bagaimana membangun penindakan yang baik, pencegahan yang baik dan seterusnya, kemudian manajemen SDM, kemudian komitmen mereka terhadap pemberantasan korupsi sendiri," pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT