23 February 2020, 15:11 WIB

Metode Pembumian Pancasila tak Boleh Dogmatis


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi metode Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk membumikan Pancasila ke masyarakat dengan lebih terbuka. 

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap komitmen MPR dalam memperkaya metode dan memperluas jangkauan sosialisasi 4 (empat) Pilar MPR,” kata Wapres dalam acara Riding Kebangsaan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (23/2).

Menurut Wapres, diperlukan komitmen kebangsaan yang kuat untuk menuju Indonesia Maju. Apalagi saat ini Indonesia menghadapi sejumlah tantangan faktual seperti masalah kemiskinan, stunting, radikalisme, intoleransi, terorisme, anti-NKRI, anti-Pancasila, bahkan anti-pemerintah yang bisa membahayakan eksistensi negara. 

“Sejarah perjalanan bangsa dan negara menjadi bukti bahwa Pancasila dan NKRI merupakan hasil dari kesepakatan untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara," jelasnya.

Wapres menambahkan, proses globalisasi menjadikan persaingan antar-bangsa semakin tajam dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) telah melahirkan distrupsi yang luas serta cepat. 

“Kemunculan media baru di luar media konvensional menjadi tantangan tersendiri. Arus informasi makin deras dan dinamis," katanya.

Baca juga: Baleg Evaluasi RUU Ketahanan Keluarga

Dalam acara tersebut Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyebutkan. pihaknya mendukung upaya pemasyarakatan, penataran, dan pengajaran Pancasila kepada masyarakat dengan pembaruan-pembaruan metode yang tidak dogmatis, doktrinatif, serta monoton. 

“Metode yang dilakukan harus dengan cara yang terbuka dan disesuaikan dengan perkembangan zaman," ujar Bamsoet.

Bamsoet menyebutkan, Pancasila harus sering kita diskusikan diikuti dengan implementasi. 

“Dan tak kalah pentingnya, Pancasila harus terus digelorakan diikuti dengan peneladanan,” tegasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT