23 February 2020, 14:59 WIB

Anak Buah Anies Akui Upaya Pompa Air Banjir kurang Optimal


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta hanya bisa berpasrah menghadapi banjir yang sudah beberapa kali melanda Jakarta.

Kepala Dinas SDA DKI Juaini Yusuf menyebut pintu air yang berada di pesisir tidak dapat dibuka karena keadaan air laut sedang pasang.

Sehingga air sungai pun tidak dapat surut dengan cepat. "Jadi tunggu sekarang nih kalau memang air pasangnya sudah surut nanti kita langsung buka seluas-luasnya supaya air yang tergenang di sini, yang kali-kali di sekitar sini langsung bisa turun gitu ke laut," kata Juaini saat dihubungi, Minggu (23/2).

Juaini menjelaskan pihaknya hanya bisa bergantung pada surutnya gelombang pasang agar bisa membuka pintu air untuk menyurutkan luapan air sungai. Upaya memompa air genangan banjir belum dapat membuahkan hasil jika pasang air laut belum surut.

"Tadi saya cek ke lokasi di Pulomas di Kelapa Gading semua pompa berfungsi tapi karena memang kondisi sungainya rata. Ya itulah kita ngebuang dia meluap ke jalan. Dipompa, masuk ke sungai. Jadi berputar gitu bolak balik lagi," jelasnya.

Namun demikian, pihaknya akan tetap berupaya mengoperasikan penuh pompa-pompa yang ada untuk mengurangi genangan secara bertahap.

Di samping itu, tidak semua lokasi banjir diakibatkan oleh meluapnya sungai. Sebab karakteristik daerah berbeda-beda. Untuk itulah, Juaini menegaskan penyebab banjir juga berbeda-beda.

"Semuanya kita lihat penyebabnya dulu. Masing-masing wilayah kan karakternya beda. Kalau yang jelas beban kita dan pompa-pompa itu tetap kita operasikan sampai saat ini. Itu memang kalau kapasitas curah hujannya cukup tinggi terus sungai-sungai sudah meluap, ya paling tidak kita harus tetap gunakan pompa," tandasnya

Hingga saat ini sebagian besar wilayah Jakarta terkepung banjir. Ribuan warga mengungsi sebagai dampaknya. Rute Transjakarta pun ikut teralihkan bahkan hingga setop operasi karena banjir.(X-15)

BERITA TERKAIT