23 February 2020, 14:46 WIB

PDIP-NU Bagi-Bagi Masker di Taiwan


mediaindonesia.com | Internasional

Masker adalah produk langka, terlebih di Taiwan negara pengimpor masker dari Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan lainnya. Masalahnya, negara-negara tersebut telah menghentikan pengiriman, mengingat mereka sendiri kini juga tengah bergelut melawan COVID-19 yang terus merebak pesat.

Produk masker dalam negeri tidak mencukupi. Per 6 Februari, pemerintah Taiwan memberlakukan peraturan pembelian masker, setiap orang hanya boleh membeli 2 lembar masker per 7 hari, dengan penerapan hari beli mengacu pada nomor kartu AsKes atau KTP Taiwan.

Warga Indonesia di Taiwan berjumlah lebih dari 270 ribu orang, mayoritas adalah pekerja migran yang umumnya menjaga orang tua atau pasien di rumah sakit. Masker menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi mereka. Akan tetapi, kondisi kekurangan masker dalam negeri juga tidak dapat dihindari.

Bakal DPLN partai PDIP di Taiwan bekerja sama dengan PCI-Nahdlatul Ulama Taiwan, Dewan Pengurus Banteng Muda Indonesia di Taiwan, Solidaritas Merah Putih, Ria Salon, Nani Lovers, langsung berinisiatif mengalokasikan masker dari Indonesia.

Sebanyak 2.000 masker dibagi serentak secara gratis di Taipei Main Station (TMS) yang menjadi lokasi pusat berkumpulnya WNI di Taiwan, Minggu (23/2).

Tidak hanya WNI, warga Taiwan dan warga negara lainnya juga terlihat ikut dalam antrean. “Mencegah virus korona adalah kewajiban semua orang. Kami turut prihatin dengan kebutuhan masker yang amat mendesak, namun sulit ditemukan di Taiwan, sehingga kami mencoba meminta bantuan beberapa sahabat di Indonesia untuk mengirimkannya ke Taiwan, dan kemudian kami bagikan gratis untuk mereka yang membutuhkan”, tegas Tony Thamsir, bakal ketua DPLN PDI-P Taiwan yang juga adalah salah satu imigran baru Indonesia di Taiwan, seperti keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia.

“Kami yang bekerja di sini, tidak mudah untuk bisa mendapatkan masker, sekalipun memiliki kartu AsKes atau kartu ARC, mengingat waktu libur kami hanya hari Minggu. Untuk itu, PCI-NU di Taiwan segera berkolaborasi dengan anggota PDIP di Taiwan untuk turut menyampaikan kepedulian kami terhadap rekan sesama di Taiwan”, pesan Agus yang adalah ketua PCI-NU di Taiwan. PCU-NU Taiwan adalah ormas Islam terbesar Indonesia di Taiwan.

Aksi solidaritas tersebut juga disambut baik oleh pemerintah setempat, dengan turut memberikan izin penggunaan lokasi, mengutus aparat kepolisian kawasan TMS untuk menjaga keamanan dan ketertiban jalannya kegiatan sosial tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar, aksi tersebut setidaknya dapat turut mengurangi beban pemerintah setempat dan menunjukkan sikap saling membantu dan gotong royong antarsesama WNI, meskipun jauh dari kampung halamannya sendiri. (X-15)

BERITA TERKAIT