23 February 2020, 13:45 WIB

Survei: Prabowo-Puan Kalahkan Anies Baswedan-Ridwan Kamil


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

Presiden Joko Widodo telah 2 periode menjabat. Artinya, Indonesia dipastikan akan memilih presiden baru pada 2024.

Berdasarkan survei nasional yang dilakukan Indo Barometer, ternyata Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi Capres terkuat pada 2024. Tentunya dengan mengandaikan minus Jokowi.

Hasil survei Indo Barometer Januari 2020 menunjukan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi Calon Presiden terkuat pada Pilpres 2024.

Dalam simulasi 22 nama, dukungan publik tertinggi jatuh kepada Prabowo Subianto sebesar 22,5%, disusul Anies Baswedan 14,3%, Sandiaga Salahuddin Uno 8,1%, Ganjar Pranowo 7,7% dan Tri Rismaharini 6,8%.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, keunggulan Prabowo tersebut terjadi jika Jokowi tidak ikut lagi bertarung di Pilpres 2024.

“Namun keunggulan Prabowo terjadi jika tidak ada nama Jokowi. Jika nama Jokowi masuk ke dalam simulasi 23 nama, maka Jokowi masuk urutan pertama dengan angka 32,2%, kemudian disusul Prabowo Subianto 17,5%, Anies Baswedan 9,7%, Sandiaga Salahuddin Uno 6,1%, Agus Harimurti Yudhoyono 4,3%, Tri Rismaharini 3,6%.” kata Qodari di Jakarta, Minggu (23/02).

Qodari menambahkan, jika Prabowo head to head dengan Jokowi atau rematch Pilpres 2019’, Jokowi unggul dengan angka 41,2%, sementara Prabowo Subianto sebesar 36,3%.

Meski demikian, jika simulasi diubah menjadi pasangan Jokowi-Prabowo, pasangan tersebut tak terkalahkan.

“Yang menarik jika Jokowi dan Prabowo bergabung, menjadi calon terkuat dalam berbagai simulasi pasangan pada Pilpres 2024," lanjut Qodari.

Untuk ilustrasi, sambung Qodari, jika disimulasikan pasangan Capres-Cawapres 2024, Joko Widodo - Prabowo Subianto unggul 46,7% melawan pasangan Anies Baswedan -Mochamad Ridwan Kamil 21,9% atau selisih 24,8%.

Sementara jika simulasi pasangan Prabowo Subianto – Puan Maharani meraih 36,6% berhadapan dengan pasangan Anies Baswedan – Mochamad Ridwan Kamil 26,2% atau selisih 10,4%.

“Tampaknya hipotesa bahwa cebong dan kampret tidak dapat bersatu adalah salah," kata Qodari.

Survei Indo Barometer dilakukan pada 9 – 15 Januari 2020. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar ± 2,83%, pada tingkat kepercayaan 95%. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan. (X-15)

BERITA TERKAIT