22 February 2020, 20:48 WIB

Dorong Pemilihan Wagub DKI Tertutup, PKS Pastikan PDIP Juga


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Aziz membenarkan pihaknya mendukung pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta secara tertutup.

Kesepakatan itu berdasarkan hasil musyawarah fraksi-fraksi dalam rapat pimpinan gabungan (rapimgab). Selain PKS, katanya, Fraksi PDIP juga turut mendukung hal itu.

"Jadi pas di rapimgab pada Kamis (20/2) itu dari Partai Gerindra menghendaki secara terbuka. Kemudian dari PKS menghendaki tertutup. Bahkan, ketua F-PDIP pun berharap ini bukan voting terbuka," kata Aziz saat dihubungi Media Indonesia, Jakarta, Jumat (21/2).

"Kalau partai-partai besar mendukung tertutup itu kan sudah mewakili," tambahnya.

Baca juga: Uji Coba Pengaspalan di Monas Berlangsung Empat Hari

Menurutnya, kesepakatan pemilihan wagub secara tertutup berdasarkan fatsun politik yang ada. Menurut Aziz, rapat yang terkait proses pemilihan tidak pernah dilakukan secara terbuka.

"Saya ikut rapimgab. Memang ada beberapa pertimbangan. Cuma menurut fatsun politik negara kita, pemilihan orang itu secara tertutup," ucap Aziz.

"Sebelumnya kan juga disepakati bahwa tata tertib merujuk pada pansus sebelumnya. Kami sepakat pemilihan ini dilakukan tertutup," tambahnya.

Baca juga: Kasus Pramugari Garuda, Siwi, Polisi belum Tahu Admin @digeeembok

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik mengungkapkan, FPKS yang meminta pemilihan wakil gubernur DKI dilakukan secara tertutup.

Padahal, katanya, mayoritas fraksi menginginkan adanya pemilihan atau voting secara terbuka.

"Sebenarnya hampir semua (fraksi) sepakat terbuka. Tapi, karena PKS ngotot (tertutup), ya sudah lah biar cepat (selesai). Kami di Gerindra melanjutkan keinginan PKS," kata Taufik. (X-15)
 

BERITA TERKAIT