22 February 2020, 18:08 WIB

Siswa SMP 1 Turi Hanyut, Polda: Semua Memungkinkan Jadi Tersangka


Henri Siagian | Nusantara

POLDA Istimewa Yogyakarta memeriksa enam orang yang dianggap terlibat dalam kegiatan susur sungai siswa-siswi SMPN 1 Turi di Sungai Sempor, Turi, Sleman pada Jumat (21/2).

"Kita sudah melakukan pemeriksaan ya meskipun di lapangan juga masih melakukan operasi pencarian yang belum ketemu," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto di SMPN 1 Turi, Sleman, Sabtu (22/2).

Baca juga: Basarnas Ungkap Delapan Korban Siswa SMPN 1 Turi Hanyut

Menurut Yuliyanti seperti dikutip dari Antara, sudah ada enam orang yang diperiksa terkait insiden itu. Mereka terdiri atas unsur Kwartir Daerah berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) kegiatan pramuka dengan risiko tinggi serta para pembina Pramuka yang ikut dalam kegiatan susur sungai.

Baca juga: Kepsek SMPN 1 Turi Akui tak Diberitahu Ada Kegiatan Susur Sungai

Yuliyanto mengatakan pemeriksaan akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pihaknya juga belum bisa menentukan siapa yang bertanggung jawab dalam peristiwa itu.

"Tidak buru-buru karena mereka yang diperiksa jelas statusnya, yakni guru di sekolah. Semuanya memungkinkan jadi tersangka. Ini masih pemeriksaan. Jadi bukan hanya dari pembina, muridnya juga akan diperiksa tapi sementara murid masih trauma," kata dia.

Baca juga: Duka Sultan atas Musibah yang Dialami SMPN 1 Turi

Data Pusdalops BPBD DIY, total murid yang melakukan aktivitas susur sungai berjumlah 249 murid dengan rincian 124 murid kelas 7 dan 125 murid kelas 8.

Insiden ini bermula ketika sejumlah murid yang tergabung dalam kegiatan Pramuka melakukan penyusuran Sungai Sempor, Jumat (21/2). Arus deras dan volume air sungai yang meluap secara tiba-tiba mengakibatkan peserta susur sungai terhanyut. (X-15)

BERITA TERKAIT