22 February 2020, 17:34 WIB

Formula E Jadi Ajang Kampanye Peduli Lingkungan


Sri Utami | Olahraga

PEMBALAP profesional Alexandra Asmasoebrata menilai penyelenggaraan Formula E di Jakarta bukan sekadar ajang gengsi tapi memberikan pengaruh peting dalam memulihkan lingkungan dari polusi.

"Formula E ini bukan hanya gengsi-gengsi saja tapi ada kampanye, membawa pesan untuk menghadirkan solusi lingkungan yang bebas polusi," ucapnya.

Jakarta sebagai kota besar dan padat sudah sepatutnya mengkampanyekan penggunaan kendaraan listrik. Salah satunya dengan penyelenggaraan Formula E.

"Formula E (penyelenggaraanya) selalu mencari atau berada di kota besar dan padat seperti Hong Kong, Paris, New York. Kalau di pegunungan atau pinggir pantai itu bukan Formula E," tegasnya, Sabtu (22/2).

Baca juga : Monas Sudah Diaspal untuk Formula E, DPRD : Ini Ngajak Ribut

Terkait sirkuit Andra telah melihat langsung rencana sirkuit Formula E di kawasan Monumen Nasional. Monas menurutnya telah cukup memadai dengan penambahan beberapa sarana pendukung lainnya untuk dijadikan sirkuit balap.

"Saya sudah lihat ke sana sirkuitnya seru dan pas. Aspalnya harus ada upgrade, yang di dalam monas tentu harus aspal. Lalu harus dipikirkan akses transportnya untuk bisa ke sana. Jangan sampai seru di pembalap tapi penonton tidak," tegasnya.

Bagi pembalap, tidak ada syarat khusus untuk bisa berlomba di Formula E seperti mendapatkan lisensi super (super licensed) untuk menjadi pembalap Formula 1.

"Tidak ada syarat tertentu semua bisa ikut. Kita harus mendapatkan tim, tim saja hanya 12.  Biasanya masuk ke tim kontrak satu tahun," tukasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT