22 February 2020, 16:33 WIB

Presiden Datangi Kenduri Kebangsaan, Surya Paloh: Kami Suka Cita


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

MASYARAKAT Aceh sangat antuasias dan setia dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bahkan, kegigihan masyararakat Aceh tidak hanya loyalitas dalam mendukung kemerdekaan dengan harta bendanya, juga sepenuh jiwa raga.

"Kita semuanya memahamin beberapa catatan sejarah yang telah dimiliki oleh rakyat Aceh dan bangsa Indonesia sebuah kekayaan sejarah yang sukar untuk dicarikan tandingannya," kata Pembina Yayasan Sukma Bangsa Surya Paloh dalam sambutannya pada Kenduri Kebangsaan, di Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, Sabtu (22/2).

Baca juga: Kenduri Kebangsaan Bagian Merajut Keislaman dan Keindonesiaan

Dirinya merasakan luapan perasaan bahagia dan sentimental atas Kenduri Kebangsaan yang diinisiasi bersama Forbes dan pemerintah Aceh. Tentunya, perasaan itu lengkap dengan kehadiran dan perhatian khusus Presiden Joko Widodo.

"Sejujurnya saya katakan betapa suatu perasaan dan sentimental yang ada pada diri saya saat ini, saya harus utarakan ini, Bapak Presiden. Untuk menyatakan, betapa kami, bersuka cita atas waktu dan kesediaan Bapak Presiden datang ke Nangroe Aceh Darussalam ini khususnya Bireuen yang saya banggakan ini, kota sejarah bagi bangsa Indonesia," sebutnya.

Baca juga: Puji Tarian Ratoh Jaroe, Presiden Jokowi: Dinamis, Keislaman

Surya menambahkan, sejarah juga mencatat perjuangan panjang masyarakat Aceh hingga munculnya tokoh-tokoh pejuang nasional yang sangat termasyur bahkan ditaklukkan negara lain.

"Yang tidak kalah pentingnya kita masih ingat dunia memberikan penghormatan Aceh pernah melahirkan seorang laksmana perempuan pertama di dunia bernama Laksamana Malahayati," paparnya

Baca juga: Plt Gubernur Minta Maaf Jokowi Kalah di Aceh, Ini Jawaban Jokowi

Atas sumbangsih itu, Presiden Soekarno memberikan dukungan dan penghargaan khusus kepada Aceh sebagai daerah istimewa. Hal itu tidak terlepas dari perasaan suka cita masyararakat Aceh bisa berkontribusi untuk kemerdekaan Indonesia.

"Ketika pemerintah Indonesia dalam hal ini pemerintah pusat menyatakan kita memerlukan sesuatu yang penting sebagai alat komunikasi diplomasi internasional, kita kita memerlukan kapal udara, kapal terbang, tanpa ada pikir panjang dan tanpa ada uamg memaksa, ada yang memberikan apa saja yang mereka miliki. Gelang di tangan, cincin di jari, anting-anting di telinga," lanjutnya.

Surya memastikan sumbangan dari rakyat Aceh kini menjadi cikal bakal lahirnya pesawat udara Seulawah 1 dan Seulawah 2.

Surya menambahkan episode selanjutnya pasang surut perjalanan bangsa Aceh, penuh suka dan duka. Bahkan hampir terjadi terpecah belah dengan berbagai hal yang barangkali lantaran kesalahanpahaman sesama anak Aceh.

"Saya bersyukur dilahirkan dan meminum susu dari seorang putri Aceh. Saya bersyukur dan dibesarkan dari seorang ayah seorang putra Aceh. Saya bersyukur bangga, dengan kebanggaan saya sebagai rakyat Aceh sebagai warga Aceh. Tapi selalu mengingatkan saudara saya di Aceh, kebanggaan dan kecintaan saya di Aceh daya harus kalahkan demi kebanggaan dan kecintaan saya untuk Indonesia Raya," tegas dia.

Presiden Jokowi memandang Aceh sebagai daerah berbudaya dinamis, penuh toleransi, menjunjung nilai-nilai keislaman, dan memiliki sejarah kemaritiman yang kuat.

"Kalau kita ingat saat Asian Games 2018 lalu, tarian yang membuat seluruh negara berdecak kagum dan memberikan apresiasi adalah tarian dari Aceh, yaitu tari Ratoh Jaroe. Tari yang sangat dinamis dan itu menggambarkan budaya Aceh: dinamis, toleran, keislaman, dan kemaritiman. Itu adalah kebudayaan Aceh yang semua orang sudah tahu," ujarnya. (X-15)

BERITA TERKAIT