22 February 2020, 16:15 WIB

Diimbau tidak Berkegiatan Pramuka di Titik Potensi Bencana


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengingatkan seluruh sekolah yang ada di Babel untuk tidak melaksanakan kegiatan pramuka di titik-titik yang berpotensi terjadinya  bencana.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Babel Mikron Antariksa agar peristiwa bencana yang menimbulkan korban jiwa pelajar SMPN 1 Turi saat kegiatan pramuka di sungai Sempor Sleman Yogyakarta tidak terjadi di Babel.

"Memang bencana itu datang tidak ada yang tahu seperti insiden yang terjadi di Sungai Sempor Sleman Yogyakarta yang merenggut korban jiwa pelajar SMPN 1 Turi. Kita turut berduka," kata Mikron, Sabtu (22/2).

Atas kejadian itu, pihaknya menghimbau sekolah-sekolah jika ingin melaksanakan kegiatan Pramuka hendaknya tidak dekat dengan titik rawan bencana seperti sungai, tebingan, bukit, gunung atau pantai.

"Silahkan melaksanakan kegiatan pramuka, tapi jangan di tempat-tempat yang berbahaya, atau rawan bencana, seperti Sungai, pantai, tebing yang mudah longsor, dan bukit," ujarnya.

Hal itu, menurutnya, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti banjir tiba-tiba akibat luapan air sungai, ombak besar, longsor, dan sebagainya.

"Himbauan kita ini, hanya untuk mengingatkan agar pihak sekolah tetap berhati-hati dan waspada saat melaksanakan aktifitas di luar sekolah seperti kegiatan pramuka," ungkap Mikron. (RF/OL-10)

BERITA TERKAIT