22 February 2020, 15:49 WIB

Kenduri Kebangsaan Diawali Zikir Akbar


AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE | Politik dan Hukum

Kenduri Kebangsaan yang digelar oleh Sukma Bangsa dan Forbes DPR RI -DPD di Kabupaten Bireuen, Aceh, dimulai dengan zikir bersama sekitar pukul 09.00 WIB. Zikir untuk memohon keberkatan dan dilimpahkan rahmad Allah itu dipimpin oleh ulama kharismatik Aceh Teungku Yusuf Bin Teungku Abdul Wahab Jeunieb serta di ikuti ratusan santrinya.

Saat zikir berlangsung, ribuan undangan yang hadir di tenda utama juga ikut mengumandanfkan doa bersama. Atas keberkatan zikir dan doa bersama itu diharapkan Aceh ke depan akan lebih maju. Mereka mengharapkan seluruh masyarakat Serambi Mekkan dari berbagai profesi agar lebih kompak dalam membangun silaturrahmi dan kebersamaan.

Abdul Hadi Djuli, wartawan senior di Bereuen, kepada Media Indonesia di sela-sela kenduri kebangsaan mengatakan, para pemimpin Aceh dan segenap masyarakat harus memanfaatkan momen ini untuk kebangkitan masa depan.

"Bukan sekedar datang, makan kenduri lalu euforia. Tapi lebih dari itu di antaranya memaknai, mengenang serta merajur kebersamaan untuk generasi sekarang dan masa depan anak negeri," tuturnya.

Apalagi pada acara besar dan mengah ini dihadiri Presiden Juko Widodo. Kesediaan sang pemimpin negara mehadiri makan bersama masyarakat Aceh pada kenduri kebangsaan ini merupakan ukuran sejarah yang perlu berterimakasih serta dimanfaatkan tehadap hal positif.

Abdul Hadi Djuli, juga menyampaikan terima kasih kepada pembina Yayasan Sukma Bangsa, Surya Paloh dan anggota DPR RI serta DPD yang telah bersedia menggelar acara ini.

"Ini kebaikan pak Surya Paloh dan tokoh Aceh lainnya yang bersusah payah menggelar Kenduri Kebangsaan. Ini lebih dari silaturrahmi untuk menyatukan komponen warga Aceh tanpa memandang latar belakan sosial atau ideologi politik," tegas Abdul Hadi Djuli.

Dari pengmatan Media Indonesia, saat Jokowi memasuki lokasi kenduri di konplek Sekolah Sukma Bangsa Pidie, ribuan orang menyambutnya dengan selawat badar. Selawat badar adalah merupakan selawat yang di kumandangkan oleh kaum ansar di Madinah saah menerima kedatangan Rasullulah SAW ketika hijrah dan memasuki Kota Madinah.

Setiba di lokasi Presiden sempat melihat kuliner atau masakan Aceh Kuah Belangong (kuah kari lembu khas Aceh). Ada puluhan kuali besar memasakkan lauk danging kuah belangong sebagai lauk untuk hidangan Kenduri Kebangsaan.

Lalu Presiden langsung menuju mimbar utama. Presiden ditemani dan duduk berdampingan dengan Surya Paloh di bawah tenda besar yangvdisediakan panitia penyelenggara. (MR/OL-10)

BERITA TERKAIT