22 February 2020, 14:44 WIB

WHO: Peluang Membendung Virus Korona Menipis


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

KOTA-kota di Italia utara diisolasi setelah kematian pertama akibat virus korona baru (Covid-19). Ditambah temuan kasus penyebaran virus korona baru di Timur Tengah, dengan kasus yang dikonfirmasi di Libanon dan Israel. Empat orang Iran telah meninggal setelah tertular Covid-19. Otoritas kesehatan memperingatkan virus telah menyebar ke beberapa kota, sementara Israel dan Lebanon menyatakan kasus domestik pertama mereka ketika epidemi mematikan menyebar di Timur Tengah.

Dengan semakin meluasnya penyebaran virus korona baru ini, Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jendela peluang semakin menyempit.

"Kita perlu bertindak cepat sebelum menutup sepenuhnya," kata Tedros, Jumat (21/2).

"Wabah ini bisa mengarah ke segala arah," tambah Tedros.

"Jika kita melakukannya dengan baik, kita dapat menghindari krisis serius, tetapi jika kita menyia-nyiakan kesempatan maka kita akan memiliki masalah serius."

Peningkatan kasus virus korona baru di Timur Tengah terjadi ketika Italia melaporkan kematian pertamanya, seorang pria berusia 78 tahun di Padova di wilayah Veneto. Sebelumnya negara itu telah mengidentifikasi 16 kasus baru, dengan pihak berwenang di utara memerintahkan penutupan sekolah, bar, dan ruang publik lainnya di 10 kota.

Lebih dari 50.000 orang telah diminta untuk tinggal di rumah. Sementara semua kegiatan publik seperti misa gereja dan acara olahraga telah dilarang hingga seminggu.

Sementara otoritas kesehatan Iran melaporkan dua kematian pada Jumat, menurut kantor berita Mehr, menambah jumlah pasien yang meninggal sebelumnya. Tercatat dua pasien berusia lanjut meninggal pada Rabu (19/2) dan 14 orang dinyatakan positif terkena virus.

Wabah di Iran dimulai di kota Qom, tujuan ziarah keagamaan yang sering dikunjungi. Pejabat kementerian kesehatan Minou Mohrez memperingatkan virus telah menyebar ke beberapa kota, termasuk ibu kota, Teheran, menurut kantor berita resmi IRNA.

"Mungkin ada di semua kota di Iran," kata Mohrez, seraya menambahkan sumber virus itu kemungkinan adalah pekerja Tiongkok di Qom.

Ketika negara itu mengadakan pemilihan parlemen pada hari Jumat, televisi pemerintah menunjukkan pemilih di Qom mengenakan masker bedah. Awal pekan ini, pemerintah menutup semua sekolah di kota itu sebagai tindakan pencegahan dan menyerukan penangguhan pertemuan keagamaan.

baca juga: Jepang Konfirmasi Empat Kasus Virus Korona Baru

Ancaman yang ditimbulkan khususnya memprihatinkan di Iran setelah beberapa tahun dihantam oleh sanksi Amerika Serikat yang semakin berat di era pemerintahan Donald Trump. Sanksi telah merusak sistem perawatan kesehatan domestik. Selain itu, devaluasi tajam dari Iran membuat sangat tidak mungkin pemerintah Teheran akan mampu mengerahkan sumber daya untuk mengatasi epidemi seperti yang disaksikan di Tiongkok. (AFP/The Guardian/OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT