22 February 2020, 08:40 WIB

Banjir Tewaskan Lima Siswa SMPN 1 Turi


Media Indonesia | Nusantara

KEPALA Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan, menyatakan lima siswa SMPN 1 Turi tewas akibat terseret banjir di Sungai Sempor yang terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kelima korban tewas itu ialah Nur Azizah, Latifa, Setia Aulia, Arisna Rahmawati, dan Koirun Bisa. "Pencarian korban lainnya terus berlangsung di Sungai Sempor. Kami juga mengimbau orangtua siswa untuk melapor jika anaknya belum pulang," katanya di Yogyakarta, kemarin.

Musibah bermula saat sekitar 250 siswa kelas 7 dan 8 dari SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, mengikuti kegiatan Pramuka dengan agenda susur sungai sekitar pukul 15.30 WIB, kemarin.

"Kegiatan yang dilakukan, yakni susur Sungai Sempor. Pada saat turun ke sungai di lokasi belum hujan, tetapi di hulu sudah hujan," ungkap Makwan.

Sungai yang mendadak meluap kemudian menyebabkan para siswa hanyut terseret arus yang deras.

Bupati Sleman, Sri Purnomo,  kemarin telah datang ke lokasi untuk memantau perkembangan pencarian para korban.

 

Menengok pengungsi

Banjir juga telah menyebabkan tanggul jebol sehingga puluhan warga Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, harus mengungsi akibat rumah mereka terendam aliran Sungai Piji.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan sedimentasi di Sungai Piji memang harus dikeruk. "Namun, normalisasi tidak cukup kalau hulu sungai rusak. Perlu reboisasi," katanya saat menengok warga.

MI/Haryanto

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Meninjau lokasi banjir di Kabupaen Kudus.

 

Peninjauan korban banjir juga dilakukan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex, di SP3 Desa Jud 1, Kecamatan Sanga Desa. "Saya minta OPD terkait segera carikan lahan untuk relokasi permukiman warga supaya tidak lagi terkena bencana banjir tahunan dari Sungai Musi," ujarnya. (AU/AT/HT/LD/BB/DW/RF/Ant/X-11)

BERITA TERKAIT