21 February 2020, 10:34 WIB

Ribuan Rumah Terendam Banjir, Pekalongan Nyatakan Darurat Bencana


Akhmad Safuan | Nusantara

BANJIR melanda tujuh daerah di Jawa Tengah, Kabupaten dan Kota Pekalongan dinyatakan darurat bencana setelah 2.320 rumah warga terendam dan ribuan jiwa dari 3.576 keluarga terdampak banjir mengungsi.

Baik Pemerintah Kabupaten Pekalongan maupun Kota Pekalongan menyatakan darurat bencana banjir, sehingga berbagai upaya mengatasi bencana maupun korban dilakukan dengan cepat serta pengerahan kekuatan yang ada.

"Kita nyatakan darurat bencana hingga akhir Februari ini dan bisa diperpanjang sesuai kondisi," kata Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Jumat (21/2).

Di Kabupaten Pekalongan, kata Arini Harimurti, jumlah rumah terendam banjir mencapai 2.320 unit yang tersebar di sembilan desa yaitu di Kecamatan Siwalan di Desa Mejasem 257 rumah dihuni 367 keluarga, Desa Tengenwetan 556 rumah dihuni 1.000 keluarga, Desa Sipait 130 rumah dihuni 130 keluarga.

Kemudian di Kecamatan Tirto yakni Desa Pucung 60 rumah dihuni 122 keluarga, Desa Sambirejo 110 rumah dihuni 121 keluarga, Desa Pacar 632 rumah dan dihuni 990 keluarga, Desa Karangjompo 300 rumah dihuni 491 keluarga dan Desa Tegaldowo 255 rumah dihuni 325 keluarga serta di Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa 20 rumah dihuni 30 keluarga.

Pengungsian terjadi di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, lanjut Arini, karena rumah tidak dapat lagi dihuni akibat terendam banjir hingga mencapai 1 meter. "Ada 240 jiwa mengungsi di Masjid Dupatek, namun untuk desa lain meskipun terendam nasih dapat dihuni," imbuhnya.

Mengatasi kondisi ini, ujar Arini, BPBD terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk nenyiapkan lokasi pengungsian dan dapur umum, sedangkan bantuan logistik baik itu makanan dan obat-obatan terus disalurkan ke korban bencana.

Penetapan darurat bencana juga dilakukan Pemkot Pekalongan, Wakil Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan setelah ditetapkanya status tersebut, Pemkot akan menggunakan dana cadangan untuk keperluan penanganan banjir yakni membuka dapur umum dan tindakan tanggap darurat.

"Status darurat bencana berlaku hingga Kamis (27/2) melalui SK Wali Kota Pekalongan hingga dapat mengeluarkan dana cadangan untuk penanganan banjir," kata Djunaid.

Bantuan untuk korban bencana, lanjut Djunaid, seperti obat-obatan, makanan, popok untuk bayi dan selimut terus dialirkan kepada korban baik yang ada di pengungsian naupun yang masih bertahan di rumah-rumah. "Posko bencana kita pusatkan di kawasan Stadion Hoegeng," imbuhnya. (X-15)

BERITA TERKAIT