21 February 2020, 00:55 WIB

Wabah Korona Ikut Ganggu Persiapan Tim Olimpiade Tiongkok


Antara | Olahraga

WABAH virus korona telah menghancurkan impian sejumlah atlet Tiongkok untuk bisa tampil pada Olimpiade Tokyo 2020, sementara lainnya harus berlatih dalam isolasi yang ketat dan terkadang menggunakan masker.

Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 tetap bersikukuh bahwa wabah yang bermuda di Wuhan, Tiongkok dan telah menewaskan lebih dari 2.100 orang itu, tidak akan menggagalkan smultiajang olahraga terbesar di dunia itu.

Sejauh ini belum ada temuan kasus infeksi virus di antara atlet Tiongkok, namun wabah itu terjadi dalam tahap kritis saat persiapan mereka menuju Olimpiade, yang dimulai pada 24 Juli.

Dalam satu contoh nyata, tim sepak bola wanita Tiongkok terpaksa melakukan latihan di koridor hotel di Brisbane setelah mereka dikarantina menjelang turnamen kualifikasi Olimpiade.

Tiongkok telah meminta negara-negara tuan rumah kualifikasi Olimpiade akan membuka pintu bagi para atletnya untuk dapat berpartisipasi, termasuk Australia, yang telah mengeluarkan pembatasan ketat pada kedatangan dari China.

Baca juga : Pakar Kesehatan : Virus Korona di Korut Bisa Lebih Mematikan

"Akan ada lebih dari 100 turnamen kualifikasi Olimpiade di seluruh dunia antara Februari dan April," kata Liu Guoyong, wakil presiden Komite Olimpiade Tiongkok (COC).

"IOC telah meminta berbagai federasi olahraga internasional untuk memberikan semua bantuan dan kemudahan yang mungkin kepada para atlet Tiongkok," imbuhnya.

Tim sepak bola putri Tiongkok akan menghadapi Korea Selatan dalam dua leg untuk mendapatkan tempat di Tokyo, tetapi pertandingan kandangnya harus dilakukan di luar negeri.

Turnamen sepak bola kualifikasi Olimpiade dipindahkan dari Wuhan karena virus, yang telah menghapus kegiatan olahraga di Tiongkok dan memaksa ratusan juta orang tidak keluar rumah untuk menghentikan penyebarannya.

Sementara itu tim bola tangan putri Tiongkok terpaksa mengundurkan diri dari turnamen kualifikasi di Hongaria bulan depan, dengan mengatakan mereka tidak dapat mengatur pelatihan dalam menghadapi virus mematikan.

Tiongkok juga dipaksa keluar dari turnamen senam Piala Dunia di Melbourne yang menyediakan poin kualifikasi untuk Tokyo 2020, karena pembatasan perjalanan.

Turnamen kualifikasi Olimpiade cabang tinju, bola basket dan layar semuanya telah dipindahkan dari Tiongkok.

Liu yakin bahwa para atlet akan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk Olimpiade Tokyo dan media pemerintah telah menyampaikan gambar mereka yang sedang berlatih

Baca juga : Raja Sapta Oktohari Pastikan Olimpiade Tokyo 2020 Sesuai Jadwal

Tim bulu tangkis dan tenis meja Tiongkok yang sangat kuat telah berlatih masing-masing ke Inggris dan Qatar, sementara tim judo absen pada turnamen Paris Grand Slam dalam mempersiapkan Olimpiade mereka.

Tiongkok telah memerintahkan timnya di dalam dan luar negeri untuk berlatih secara tertutup untuk berjaga-jaga terhadap virus COVID-19.

"Kecuali ada keadaan darurat, tidak ada yang bisa datang ke tempat latihan dan tidak ada yang bisa keluar," kata Cao Zhongrong, pelatih tim modern pentathlon Tiongkok.

Atlet pentathlon telah dikumpulkan di sebuah universitas di Beijing tetapi akan terbang ke Mesir minggu ini, dan setelah itu akan melanjutkan persiapan Olimpiade mereka di Eropa.

Mereka tidak diizinkan untuk menggunakan lintasan dan lapangan atletik luar ruang. Mereka memakai treadmill sebagai gantinya. (Ant/OL-7)

BERITA TERKAIT