20 February 2020, 23:58 WIB

Tingkatkan Pengawasan Umrah, Kemenag Kolaborasi dengan Amphuri


Syarief Oebaydillah | Humaniora

UNTUK meningkatkan pengawasan dalam pelayanan ibadah umrah, Direktorat Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah Kementerian Agama akan berkolaborasi dengan platform digital Aisyah yang dikelola Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri).

Hal itu dikatakan Dirjen PHU Kemenag Nizar pada peluncuran Aisyah di Jakarta, Kamis (20/2). Dalam peluncuran itu, hadir juga Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, Ketua Umum Amphuri Joko Asmoro dan seluruh pengurus serta anggota.

"Kami akan buka dan integrasikan pelayanan umrah dengan sistem digital yang dikelola Amphuri. Kami apresiasi karena seluruh anggota Amphuri adalah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU resmi. Dengan integrasi ini, pengawasan bisa lebih mudah," kata Nizar.

Nizar juga meminta Amphuri turut melakukan pengawasan pelayanan umrah secara lebih baik bagi sekitar 400 travel PPIU yang menjadi anggota Amphuri.

Nizar menambahkan, platform digital Aisyah diharapkan sebagai awal yang baik dalam melakukan deteksi dini pelayanan umrah.

Baca juga : Penyelenggara Umrah Wajib Setor Uang Jaminan Rp200 Juta

“Saya harapkan ke depan asosiasi ikut melakukan pengawasan atau deteksi. Jika ada potensi masalah, bisa diselesaikan secara internal untuk melakukan pembinaan. Jika tidak bisa juga baru kepada kami di Kemenag,” tegasnya, seraya menambahkan Kemenag akan konsen memantau pelayanan umrah.

Menurutnya, penyelenggaran haji sudah relatif baik.

“Karena itu moratorium izin PPIU sudah dicabut maka kami harap Amphuri menjadi salah satu garda terdepan dalam pelayanan umrah yang lebih baik,” pungkas Nizar..

Ketua Umum Amphuri Joko Asmoro menjelaskan, Aisyah merupakan kepanjangan Amphuri Information System Syariah sebagai Aisyah Ekosistem Digital, merupakan sebuah ekosistem dari multiplatform yang terintegrasi satu dengan yang lainnya.

Menurutnya, kehadiran Aisyah merupakan inovasi pelayanan bisnis perjalanan haji dan umrah yang pertama kali diperkenalkan Amphuri ke publik pada 12 Juni 2019 di Thaif, Arab Saudi.

Baca juga : Asosiasi Minta Ikut Awasi PPIU

Fitur dalam Asiyah, jelas Joko, yaitu B2B berfungsi sebagai ruang dagang bagi supplier yang menjual produk dan jasa yang dipesan oleh agen. Untuk fitur B2C, bagi calon jemaah sebagai ruang dagang paket umrah yang ditawarkan oleh agen.

Kemudian, semua transaksi jual beli tersebut, akan dikontrol kualitasnya oleh platform.

Aisyah Digital, lanjut Joko, juga berfungsi sebagai sistem kepatuhan aturan dalam menjamin layanan berkualitas dengan aman bagi calon jemaah. Dimana agen dalam hal ini anggota Amphuri maupun calon jemaah dapat mengakses Aisyah melalui aplikasi web dan mobile.

Wakil Ketua Umum Amphuri Imam Bashori menambahkan, dengan platform Aisyah ini menjamin pelayanan umrah secara profesional, transparan , dan amanah sehingga jemaah umrah akan merasa aman dan nyaman dalam beribadah umrah.

“Jadi jemaah umrah insya Allah dijamin dapat melaksanakan ibadah umrah dengan khusyuk yang akan dijalankan sebaik baiknya oleh seluruh anggota Amphuri melalui Koperasi Amphuri Bangkit Melayani atau ABM,” pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT