20 February 2020, 23:28 WIB

Banyak Perceraian Jadi Alasan PAN Ajukan RUU Ketahanan Keluarga


Abdillah Muhammad Marzuqi | Humaniora

SALAH satu pengusul Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga, Ali Taher Parasong mengungkapkan usulan terkait regulasi tersebut disebabkan persoalan dan peristiwa sosial yang saat ini sangat memprihatinkan.

"Karena persoalan dan peristiwa sosial yang muncul sekarang ini yang memprihatinkan," terang Ali saat dihubungi Media Indonesia (20/2).

Ia mengkhususkan pada tingginya tingkat persoalan perceraian keluarga di Indonesia.

"Jadi sekarang ini kenapa rumah tangga dan perceraian itu begitu luar biasa," tegasnya.

 

Baca juga: BKKBN: RUU Ketahanan Keluarga Jauh Masuki Ranah Privat

 

Ali juga mengutip angka perceraian yang meningkat dua kali lipat dalam waktu lima tahun. Menurutnya, pada 2013 angka perceraian per tahun mencapai 200ribu kasus sedangkan pada 2018 angka perceraian menjadi 420ribu.

Perceraian itu lalu menyisakan berbagai persoalan seperti bertambah jumlah anak-anak yang tidak diasuh oleh orang tua dan menyusahkan anak yang ditinggalkan. Padahal semestinya anak harus mendapatkan aspek-aspek pengasuhan dan pelayanan pelayanan terbaik menurut kaidah-kaidah konstitusional.

"Perebutan hak asuh anak sebagai imbas dari perceraian. Kemudian juga bertambahnya jumlah kasus pengabaian hak-hak nafkah anak karena orang tua sudah lari tidak bertanggung-jawab," tambah anggota DPR dari Fraksi PAN itu.

Ali menambahkan salah satu landasannya juga kenaikan persentase laki-laki usia 15-18 yang melakukan seks diluar nikah. Belum lagi kasus perempuan dibawah 19 tahun yang sudah pernah melahirkan atau yang sedang hamil anak pertama.

*Ini kan persoalan usia muda nikah dan kemudian menganggu pada persoalan reproduksi, kemudian persoalan pemeliharaan anak selanjutnya dan lain sebagainnya," tegasnya.

Menurutnya, keberadaan UU Ketahanan Keluarga dirasa urgen dengan semangat untuk menjamin kepastian hukum bagi warga negara.

"Oleh karena itu UU ini bukan untuk siapa-siapa. Jangan melihat latar belakang politiknya, tapi substansi masalah yang dihadapi oleh bangsa ini begitu luar biasa," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT