20 February 2020, 19:30 WIB

Prospek Rumah Tapak di Cilebut Menggiurkan


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

RUMAH tapak masih menjadi incaran masyarakat dalam mencari hunian. Kedekatannya dengan transportasi publik dan akses menuju pusat kegiatan menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mencari rumah tapak.

Hal itu disadari Emerald Land Development yang mengembangkan perumahan Emerald Cilebut di lahan seluas 8 hektare di Cilebut, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Direktur Utama Emerald Land Development Dodi Pramono mengatakan, Cilebut jadi lokasi proyek perumahan keenam Emerald Land karena memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi, dekat dengan transportasi publik dan akses tol, serta berdekatan dengan pusat pemerintahan Pemkab Bogor.

"Ini menjadi potensi tersendiri bagi bisnis property development. Kanenanya, kami optimistiseluruh unit hunian maupun komersial pada Emerald Cilebut akan dapat diserap pasar dalam waktu singkat. Kami proyeksikan, seluruh pengembangan pada area 8 hektare bisa selesai dalam dua tahun,” kata Dodi dalam keterangan tertulisnya.

Pengembangan Emerald Cilebut dilakukan bertahap, tahap pertama berupa Klaster Astoria di area seluas 2 hektare mencakup tipe hunian satu lantai, yaitu Amethyst (80 unit) seharga mulai dari Rp390 jutaan dan tipe dua lantai (Topaz, 40 unit) harga mulai Rp600 jutaan.

Baca juga : Kredit Perbankan Makin Mudahkan Milenial Miliki Rumah

Selanjutnya, membangun area komersial yang terdiri dari rumah dan toko (ruko) sebanyak 23 unit dan pasar bersih.

Pada pemasaran tahap pertama ditawarkan sebanyak 120 unit rumah. Semetara terkait pembangunan ditargetkan bisa rampung di pertengahan tahun 2021 dan serah terima secara bertahap enam bulan setelah akad kredit untuk tipe satu lantai.

Sedangkan tipe rumah dua lantai bisa diserahterimakan pada delapan bulan setelah akad kredit.

Dodi menegaskan, unit-unit Emerald Cilebut dikembangkan dengan spesifikasi bangunan berkualitas tinggi seperti pondasi beton, dinding bata ringan, lantai granite tile, dan sanitary Toto. Pun  infrastruktur kawasan, dibangun lebih ramah lingkungan dimana seluruh utilitas kabel yang tertanam di bawah tanah serta row jalan lebih lebar.

“Saat ini pembangunan infrastruktur sudah mencapai 80%,” imbuhnya.

Emerald Cilebut diproyeksikan juga sebagai pusat gaya hidup (lifestyle center) melalui pembangunan sentra kuliner serta pasar bersih bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini berdasarkan hasil survey yang dilakukan marketing team pada beberapa bulan sebelum pengembangan Emerald Cilebut dimulai.

“Kami melihat, di Cilebut Barat sentra industri rumahan (UMKM). Namun hingga sekarang belum ada tempat yang refresentatif bagi aktivitas bisnis mereka. Bahkan, ketersediaan tempat pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka pun sulit karena lokasi pasar cukup jauh. Oleh sebab itu, kami akan membangun pasar bersih di dalam kawasan perumahan,” pungkas Dodi. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT