20 February 2020, 21:57 WIB

Rumah Belajar Batik Semarang, Sasar Pengangguran Produktif


Akhmad Safuan | Nusantara

SETELAH sukses melahirkan batikpreneurs di Pekalongan dan melatih membatik penyandang disabelitas mental di Pemalang, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) bersama PT Bank HSBC Indonesia mendirikan rumah belajar (RB) batik Semarang.

Rumah belajar (RB) Batik Semarang yang berada di Jalan Tambangan Raya RT 004/RW 001, Tambangan, Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah Kamis (20/2) tampak ramai, ratusan tamu undangan memenuhi ruangan kerja dan pameran yang mulai diresmikan pagi itu.

Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) bersama PT Bank HSBC Indonesia membangun dan meresmikan RB Batik Semarang dihadiri juga oleh Nuni Sutyoko (Head of Corporate Sustainability, HSBC Indonesia) dan Krisseptiana (Ketua Dekrasnasda Semarang) untuk membina generasi muda yang akan berkiprah di dunia usaha terurama kerajinan batik.

Sesuai tujuannya RB Batik Semarang yakni mengurangi pengangguran usia produktif, terutama dari kalangan prasejahtera dengan memberikan pelatihanketerampilan vokasi yang akan menjadi bekal bagi para peserta untuk mandiri, bahkan menciptakan lapangan kerja baru.

Founder & CEO YCAB Foundatio Veronica Colondam mengatakan, sangat bersyukur dengan telah berdiri dan mulai dipergunakannta RB Batik Semarang ini, karena dari sini akan tumbuh usahawan-usahawan dan perajin batik muda yang akan bersaing dengan ketrampilannya sekaligus meneruskan seni jerajinan batik Indonesia.

Rumah batik Semarang ini, lanjut Veronica Colondam, merupakan tindak lanjut dari langkah sebelumnya salam membina generasi muda, setelah sebelumnya sukses melahirkan para batikpreneurs melalui Rumah Batik Pekalongan pada tahun 2015 dan memberikan pelatihan membatik kepada penyandang disabilitas mental yang berada di Panti Pelayanan Disabilitas Mental Samekto Karti di Pemalang.

''Seperti tujuannya RB Batik Semarang akan menjadi wadah dan ajang generasi muda untuk kreatif dan inovatif di bidang usaha dan kerajinan batik, target kami 150 kelompok akan terbina,'' katanya.

Pembinaan kepada kelompok pembatik generasi muda, ujar Veronica Colondam, tidak hanya diberikan pelatihan saja, pendampingan usaha baik pemasaran maupun online, juga setiap kelompok juga diberikan stimulasi berupa modal usaha dengan nilai Rp5 juta per kelompok dalam bentuk peralatan dan bahan membatik.

Dalam kesempatan ini juga, penghargaan tinggi diberikan kepada kelompok usaha terbaik yakni bantuan midal ysaha Rp10 juta per kelompok dan pemberian hadiah kepada pemenang lomba desain batik.

Juara Pertama diraih Muhamnad Furqoon dengan karya Motif Sekar Tama, Juara dua Rafi Akbar dengan judul Batik Ranajaya (Kegemilangan), Juara tiga Saela dengan judul Berkarya untuk Bangsa, pemenang keempat Kun Widianto dengan karya Bunga Matahari serta pemenang kelima Rifqi Huda dengan karya berjudul Bunga Edelweis. (OL-2)


 

 

BERITA TERKAIT