21 February 2020, 03:05 WIB

Merkel Janji Berantas Aksi Rasisme


Nur Aivanni | Internasional

KANSELIR Angela Merkel berjanji bertindak tegas untuk memerangi rasisme setelah 11 orang tewas dalam penembakan pada Rabu malam di sebuah kota dekat Frankfurt dalam serangan ekstremis sayap kanan oleh seorang pria bersenjata.

Pembantaian di Hanau menimbulkan kekhawatiran akan bangkitnya sayap kanan, yang mengacaukan tatanan politik tradisional di ekonomi terbesar Eropal.

“Kami akan bekerja melawan mereka yang mencoba memecah belah kami di Jerman dengan semua kekuatan dan ketegasan yang memungkinkan,” kata Merkel dengan wajah muram dalam sebuah pernyataan singkat di Berlin.

“Rasisme adalah racun, kebencian adalah racun, dan racun ini ada di masyarakat kita, dan salah karena terlalu banyak kejahatan,” ujarnya.

Setidaknya sembilan orang tewas dalam penembakan yang menargetkan bar shisha di Jerman. Pelaku ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa bersama jenazah ibunya di rumahnya di Hanau, tidak lama setelah insiden.

Serangan terjadi di dua bar di Hanau, sekitar 20 kilometer dari Frankfurt, di mana polisi bersenjata dengan cepat menyebar dan helikopter polisi berpatroli mencari pelaku yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah tersebut.

Serangan pertama terjadi di bar “Midnight” di pusat kota sekitar pukul 10 malam waktu setempat. Tiga orang tewas di depan bangunan itu dengan para saksi melaporkan mendengar selusin tembakan.

Penyerang melarikan diri dari tempat kejadian dengan mobil, menurut polisi setempat. Kemudian ada penembakan kedua di “Arena Bar”.

Seorang pria bersenjata dilaporkan membunyikan bel pintu dan menembak orang-orang yang berada di bagian ruang merokok, menewaskan lima orang termasuk seorang wanita.

“Para korban adalah orang-orang yang telah kita kenal selama bertahun-tahun,” kata putra manajer bar, yang dikutip oleh kantor berita DPA.
Di antara yang tewas adalah beberapa korban asal Kurdi. Asosiasi Kon-Med Kurdi di Jerman menyatakan sangat marah terhadap tragedi tersebut. Mereka menilai pihak berwenang tidak berbuat banyak untuk memerangi ekstremisme sayap kanan.


Kecaman internasional

Sementara itu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier memimpin kecaman atas kekerasan teroris di Hanau.

“Saya mendukung semua yang terancam oleh kebencian rasis. Anda tidak sendirian,” katanya, Kamis.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, mantan menteri pemerintah Jerman, mengaku sangat terkejut dengan tragedi itu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendukung Kanselir Jerman Angel Merkel dalam memperjuangkan nilai-nilai dan melindungi demokrasi.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Peter Beuth, mengungkapkan, pelaku memiliki motif xenofobia.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan. Pelaku memiliki senjata secara legal dan merupakan atlet cabang olahraga menembak.

Jerman telah menjadi sasaran dalam beberapa tahun terakhir oleh beberapa serangan ekstremis, salah satunya menewaskan 12 orang di Berlin pada Desember 2016.

Pada Oktober, serangan senjata anti-Semit yang mematikan di timur kota Halle pada hari suci Yom Kippur meningkatnya ancaman kebangkitan neo-Nazi.

Menurut Data Menteri Dalam Negeri Jerman, hampir 13.000 ekstremis sayap kanan di Jerman pada 2018. (AFP/I-1)

BERITA TERKAIT