21 February 2020, 01:05 WIB

Jumlah Kasus Baru Terus Menurun


MI | Internasional

TIONGKOK menyatakan jumlah kasus baru dari virus korona di negaranya terus menurun dan itu membuktikan upayanya me­ngontrol wabah dengan cara karantina dan larangan bepergian telah berhasil. Di sisi lain, korban jiwa berjatuhan di Jepang dan Korea Selatan.

Jumlah korban jiwa di Tiongkok kemarin mencapai 2.118 orang. Namun petugas kesehatan menyebut jumlah kasus baru terus menurun dalam sebulan terakhir, termasuk di Provinsi Hubei yang terparah.

“Hasil itu menunjukkan upaya kami me­ngontrol wabah berhasil,” ungkap Menteri Luar Negeri Wang Yi dalam pertemuan para menteri luar negeri se-Asia Tenggara di Laos.

Virus korona itu telah menginfeksi lebih dari 74 ribu orang di Tiongkok dan ratusan orang lainnya di lebih dari 25 negara.

Sedangkan jumlah korban meninggal di luar Tiongkok naik menjadi 11 orang. Jepang memberitakan bahwa dua penumpang kapal pesiar Jepang Diamond Princess, yang telah terinfeksi virus korona, akhirnya meninggal.

Korea Selatan menyebut korban meninggal pertama di negara itu juga telah terjadi. Sedangkan jumlah yang terinfeksi naik berlipat ganda menjadi 104 orang.

Wali Kota Daegu, kota keempat terbesar di Korea Selatan, telah menyarankan warganya untuk tidak bepergian. Korban meninggal juga telah terjadi di Timur Tengah yaitu dua orang di Iran. Kematian korban virus sebelumnya terjadi di Prancis, Filipina, Taiwan dan Hong Kong.


Khawatir sanitasi

Permintaan produk sanitasi di Malaysia melonjak di tengah kekhawatiran wabah virus korona. Produsen lokal pun cukup kewalahan dalam memenuhi lonjakan permintaan tersebut.

Salah satu produsen, ENC Nationwide, mengatakan permintaan cairan sanitasi melonjak dari 100 drum menjadi 300 drum atau 20.800 liter sanitiser sejak pertengahan Januari kemarin.

Tak hanya di Malaysia, perburuan produk sanitasi juga dilakukan oleh warga Singapura, seperti cairan sanitasi, sabun antibakteri dan juga termometer. Tingginya permintaan telah membuat beberapa toko serba ada dan apotek di Singapura membatasi pembelian untuk barang-barang tertentu. (AFP/Nur/X-11)

BERITA TERKAIT