20 February 2020, 19:10 WIB

Menpora Beri Bonus Lifter Muda Beprestasi di Kejuaraan Asia


Akmal Fauzi | Olahraga

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, memberikan bonus kepada para atlet angkat besi dan pelatih yang berprestasi dalam Kejuaraan Angkat Besi Asia Remaja dan Junior 2020 di Tashkent, Uzbekistan.

Bonus senilai Rp 350 juta diberikan Menpora kepada 8 lifter dan pelatih yang berprestasi dalam salah satu kejuaraan, untuk mengumpulkan poin Olimpiade 2020 Tokyo.

Sebelumnya, Indonesia melalui PB PABBSI mengirimkan 8 atlet, yakni Windy Cantika Aisah (kelas 49 kg), Juliana Klarisa (55 kg), Putri Aulia Andriani (59 kg), Tsabhita Alfiah Ramadani (64 kg), Muhammad Faathir (61 kg), Mohammad Yasin (67 kg), Rizky Juniansyah (73 kg) dan Rahmat Erwin Abdullah (73kg).

Sejumlah atlet berhasil membawa pulang 16 emas, 6 perak dan 1 perunggu. Berikut, 4 rekor dunia plus 7 rekor Asia di kejuaraan yang berlangsung pada 13-19 Februari 2020. Sebanyak 16 medali emas dipersembahkan oleh Windy Cantika Aisah (3 emas), Muhammad Faathir (6 emas), Mohammad Yasin (1 emas), Rahmat Erwin Abdullah (3 emas) dan Rizky Juniansyah (3 emas).

Baca juga: Kemenpora Berharap Ada Regenerasi Atlet Cabang Angkat Besi

"Pemerintah sangat berterima kasih terhadap apa yang sudah dilakukan PB PABBSI. Baik untuk pembinaan maupun untuk prestasi yang sudah ditorehkan. Apresiasi setinggi-tingginya atas capaian prestasi, baik memecahkan rekor Asia maupun rekor dunia," tutur Zainudin.

Menurutnya, prestasi yang ditorehkan lifter muda menjadi harapan masa depan untuk pelapis, sekaligus penerus lifter senior, seperti Eko Yuli Irawan. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan dan membantu kebutuhan para atlet dan official untuk mengikuti kejuaraan di tingkat Asia maupun dunia.

"Untuk cabor angkat besi seperti arahan Bapak Presiden (Joko Widodo), akan disiapkan tempat training camp yang baik. Supaya bisa berlatih dengan nyaman dalam suasana yang tidak terganggu dengan apapun," urainya.

Rekor Asia remaja diciptakan Rizky dari angkatan snatch 138 kg menjadi 139 kg, angkatan clean and jerk 166 kg menjadi 168 kg, serta angkatan totalnya dari 304 kg menjadi 307 kg. Dari hasil itu, Rizky sekaligus memecahkan dua rekor dunia remaja di kelas 73 kg untuk angkatan snatch dan total angkatannya.

Sedangkan Rahmat di kelas yang sama berhasil memecahkan rekor Asia junior pada angkatan snatch 185 kg dari sebelumnya 178 kg, serta angkatan totalnya 326 kg menjadi 329 kg. Dalam kesempatan yang sama, Faathir juga mencetak rekor dunia remaja untuk angkatan clean and jerk 153 kg dan total angkatan 272 kg. Rekor itu diciptakan di Asian Youth and Junior Championship di Pyongyang, Korea Utara, pada tahun lalu.(OL-11)

BERITA TERKAIT