20 February 2020, 17:26 WIB

Debat Kandidat Presiden Demokrat, Bloomberg Banyak Diserang


Nur Aivanni | Internasional

MANTAN Wali Kota New York, Michael Bloomberg, mendapat serangan dari para pesaingnya dalam debat kandidat presiden dari Partai Demokrat. Dia menyadari sejak awal menjadi target Bernie Sanders, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Senator Amy Klobuchar.

"Pahami ini, Demokrat mengambil risiko besar jika kita hanya mengganti satu miliarder congkak untuk yang lain," kata Senator Elizabeth Warren yang menyerang Bloomberg, Kamis (20/2).

"Demokrat tidak akan menang jika memiliki calon yang pernah menyembunyikan laporan pajaknya, melecehkan perempuan dan mendukung kebijakan rasis," lanjut Warren.

Sementara itu, Sanders menyerang Bloomberg terkait kekayaannya. "Mike Bloomberg memiliki lebih banyak kekayaan dibandingkan 125 juta warga kelas bawah. Itu sebuah kesalahan dan tidak bermoral," pungkas Sanders.

Dalam kesempatan tersebut, Bloomberg sempat menyerang balik Sanders dengan mengatakan jika pemimpin berikutnya adalah seorang sosialis, itu sama saja dengan kondisi saat ini.

Baca juga: Pencalonan Michael Bloomberg Jadi Ancaman Joe Biden

"Kita akan memiliki Donald Trump untuk empat tahun ke depan," kata Bloomberg.

Mantan Wali Kota South Bend, Pete Buttigieg, juga melontarkan sindiran. "Mari kita ajukan seseorang yang sebenarnya seorang Demokrat," tukasnya.

Bloomberg merupakan anggota Partai Demokrat sebelum mencalonkan diri sebagai Wali Kota dari Partai Republik. Kemudian, dia memilih menjadi seorang independen. Bloomberg kembali ke Partai Demokrat pada 2018.

Dalam jajak pendapat Washington Post-ABC News, Sanders memimpin dengan suara dua digit secara nasional, yakni 32%. Sementara itu, mantan kandidat terdepan, Biden, berada di urutan kedua dengan 16%. Kemudian, diikuti Bloomberg 14% dan Warren 12%.

Bagi Warren dan Klobuchar, debat tersebut merupakan kesempatan kritis untuk meyakinkan para pemilih. Klobuchar mengingatkan para kandidat bahwa lawan mereka yang sebenarnya adalah penghuni Gedung Putih saat ini.

"Kami belum cukup berbicara mengenai Donald Trump," katanya.(AFP/OL-11)

BERITA TERKAIT