20 February 2020, 14:50 WIB

Kecerdasan Buatan Bisa Prediksi Serangan Jantung dan Stroke


Fetry Wuryasti | Weekend

PENELITIAN yang diterbitkan 14 Februari di jurnal medis Circulation, melaporkan bahwa program kecerdasan buatan (AI) dapat diandalkan memprediksi serangan jantung dan stroke.

Kristopher Knott, seorang peneliti di British Heart Foundation, dan tim melakukan studi melibatkan pencitraan resonansi magnetik kardiovaskular (CMR) dan AI.

CMR adalah pemindaian yang mengukur aliran darah ke jantung. Semakin kuat aliran darah, semakin kecil kemungkinan akan ada penyumbatan di pembuluh jantung.

Knott dan rekannya melatih model AI untuk memindai dan mendeteksi tanda-tanda aliran darah yang terganggu.

Tim menguji teknologi pada lebih dari 1.000 orang yang berisiko atau telah didiagnosis penyakit jantung. Studi ini membandingkan analisis berbasis AI dengan hasil kesehatan dari pasien, selama sekitar 20 bulan.

Tim menemukan AI mampu memilih orang mana yang lebih mungkin mengalami serangan jantung atau stroke, atau meninggal karenanya.

"Daripada melihat secara kualitatif aliran darah ke otot jantung, kita mendapatkan angka kuantitatif. Dari jumlah itu, kami telah menunjukkan bahwa AI dapat memprediksi orang mana yang berisiko lebih tinggi terhadap serangan jantung yang lebih buruk," kata Knott.

Informasi ini dapat membantu memindahkan orang berisiko tertinggi ke perawatan lebih cepat, dan berpotensi menyelamatkan nyawa pasien. (M-1)

BERITA TERKAIT