20 February 2020, 14:05 WIB

Megawati Hanya Pertanyakan, Bukan Tolak Formula E di Monas


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Politikus Partai Gerindra M. Taufik menegaskan tidak ada penolakan dari Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri terhadap penggunaan kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk dijadikan sirkuit Formula E.

Menurut Taufik, Ketua Umum PDIP itu hanya mempertanyakan penyelenggaraan balap mobil bertenaga listrik yang bertempat di Monas.
"Kalau pertanyakan bukan berarti menolak, tapi bertanya. Ya dijelaskan," kata Taufik saat dihubungi, Kamis (20/2).

Ia pun menegaskan tidak ada yang aneh dengan komentar Megawati. Siapapun, menurutnya, boleh berkomentar terkait Jakarta, selama yang berkomentar adalah warga Jakarta.

"Boleh aja, Jakarta tempat semua tokoh. Sebagai warga Jakarta berhak. Kan bukan menolak itu, mempertanyakan. Untuk mempertahankan itu, maka perlu ada jawaban. Ada yang pertanyakan di Monas, maka dijawab dong," ungkapnya.

Baca juga: Dituding Potong Anggaran Banjir untuk Formula E, Anies: Ngarang

Diberitakan sebelumnya, Megawati Soekarnoputri yang juga Presiden RI ke-5 mempertanyakan mengapa Formula E diselenggarakan di tempat yang bersejarah di Monas. Diketahui, Monas dibangun oleh ayahnya, yaitu Presiden RI ke-1 Soekarno.

Megawati berpendapat bahwa kawasan Monas adalah cagar budaya yang tidak bisa sembarangan digunakan untuk berbagai agenda.

"Nah, Gubernur DKI ini tahu apa tidak? Kenapa sih kalau mau bikin Formula E itu, kenapa sih harus di situ (di Monas)? Kenapa sih nggak di tempat lain? Kan begitu. Peraturan itu ya peraturan. Kalian juga mesti tahu jangan sampai melanggar peraturan," ujar Megawati di kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/10).

Mega pun menyamakan Monas dengan kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat yang juga bangunan cagar budaya karena pernah ditinggali oleh Bung Karno, panggilan akrab Soekarno. "Rumah saya itu cagar budaya. Kalau mau renovasi nggak sembarangan. Harus izin dulu," tukasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT