20 February 2020, 13:36 WIB

Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Sudah Bisa Dilintasi


Benny Bastiandy | Nusantara

Pembersihan material tanah longsor yang sempat menutup ruas jalan utama menuju ke kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah rampung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat selama beberapa hari terakhir ini berjibaku membersihkan sisa material tanah dan bebatuan pascabencana hidrometeorologi pada Minggu (16/2).

"Jalur ke kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu baik dari arah Palabuhanratu, Lengkong, maupun Jampang sekarang sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, kepada Media Indonesia, Kamis (20/2).

Menurut Eka, wisatawan yang akan berlibur ke kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sudah tak perlu khawatir lagi. "Arus lalu lintas tidak tersendat. Sejauh ini insya Allah aman. Silakan bagi wisatawan yang akan ke Geopark, aman," tegas Eka.

Namun pihak BPBD, imbuh Eka, hingga kini masih menempatkan personel di lapangan berikut alat berat. "Untuk berjaga-jaga seandainya kembali terjadi bencana," ujar Eka.

Ketika kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dilanda bencana hidrometeorologi, ada satu kecamatan yang tak hanya mengalami longsor, yaitu Kecamatan Ciemas. Ada tujuh titik lokasi longsor di sini. Selain itu, tiga desa di Kecamatan Cikeas juga dilanda banjir akibat meluapnya air Sungai Cikalong hingga merendam ratusan rumah warga.

Dari tujuh titik longsor, sebanyak empat titik berada di Tanjakan Cipeucang dan tiga titik di seputaran Bukit Soca, Batu Cakup, dan Puncak Darma.

Baca juga: Diguyur Hujan Lebat, Longsor Terjadi di Kudus dan Pati

Sebelumnya, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengingatkan para camat dan perangkat daerah agar sigap dan proaktif saat terjadi bencana. Marwan juga meminta para camat dan perangkat daerah untuk menghilangkan ego sektoral saat terjadi bencana.

"Walaupun statusnya itu jalan provinsi, tapi kita tidak bisa membiarkan begitu saja. Bantu penanganannya karena fasilitasnya digunakan juga oleh warga Kabupaten Sukabumi," tuturnya.

Di sisi lain, dia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dengan berbagai potensi bencana hidrometeorologi terutama ketika cuaca ekstrem. Khususnya di kawasan yang masuk cakupan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu. "Di wilayah itu ada kawasan pegunungan dan perbukitan dengan kemiringan yang cukup curam. Ini rawan berpotensi longsor," tuturnya.

Oleh karena itu, kata Eka, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menggencarkan gerakan penghijauan di setiap kawasan. Tujuannya untuk mengantisipasi potensi kerawanan bencana saat curah hujan tinggi.

"Khusus di wilayah selatan yang notabene kawasan wisata, sepertinya perlu juga ditambah pemasangan papan petunjuk arah. Jadi bagi wisatawan bisa mengambil jalan alternatif ketika ruas jalan utama terhambat karena longsor," tegasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT