20 February 2020, 12:35 WIB

Banjir Merendam Jalur Utama Pati


Akhmad Safuan | Nusantara

Hujan mengguyur Kabupaten Pati sejak semalam. Akibatnya beberapa jalan utama di Kabupaten Pati terendam banjir, di antaranya Jalan Raya Tlogowungu Pati, Jalan Raya Pati-Tayu, Jalan Raya Pati-Juwana, dan Jalan Supriyadi.

Ketinggian air bervariasi, mulai 50-75 centimeter. Akibatnya banyak kendaraan tidak bisa melewati jalan tersebut.

Dari pantauan Media Indonesia pada Kamis (20/2), lalu lintas agak macet karena kendaraan yang melintas di beberapa ruas jalan utama berjalan melambat karena banjir. Terlihat puluhan kendaraan terpaksa memutar arah sebab tidak dapat melintasi jalan yang terkena banjir. Beberapa kendaraan yang nekat menembus banjir akhirnya harus didorong karena mogok.

"Terpaksa jalan muter-muter. Cari aman karena menghindari banjir yang terjadi di mana-mana," kata Udin, 40, warga Batangan, Pati.

Banjir yang merendam jalan utama dan beberapa kawasan di Pati ini terjadi akibat meluapnya Sungai Simo yang berada di selatan Alugoro, Pati.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan banjir mulai terjadi sejak pukul 06.30 WIB. "Kendaraan kecil dan sepeda motor sulit menembus karena ketinggian air rata-rata 50 centimeter," kata Martinus.

Bahkan ruas Jalan Tlogowungu-Pati, lanjut Martinus, tidak dapat dilintasi karena ketinggian air mencapai 75 centimeter. "Demikian juga ruas lainnya. Lalu lintas tersendat dan macet, tapi sedang diurai," tambahnya.

Baca juga: Banjir di Pati Meluas, Tiga Kecamatan Terendam

Untuk banjir yang merendam di Pati kali ini, ujar Martinus, pihaknya sudah menurunkan alat berat untuk membongkar jembatan Sungai Simo. Banyak sampah yang menumpuk di bawah jembatan. Sampah tersebut yang menjadi penyebab penyumbatan, sehingga air tidak mengalir dan melimpah ke luar tanggul.

"Setelah jembatan dibongkar, air kembali mengalir dan banjir di sekitarnya secara berangsur surut. Namun, ternyata masih ada kawasan lain yang tetap terendam banjir," imbuhnya.

Selain merendam jalan-jalan utama, ternyata banjir juga merendam beberapa wilayah, termasuk jalan desa dan perkampungan. Ketinggiannya bervariasi. mulai 10 cm hingga 30 centimeter, misalnya di Desa Bapoh, Kecamatan Widarijaksa, Pati. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT