20 February 2020, 00:15 WIB

Polisi belum Terima Surat Pemberitahuan Aksi 212


Tri Subarkah | Megapolitan

KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya belum menerima surat pemberitahuan terkait unjuk rasa bertajuk 'Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI'. Hal itu diutarakan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PMJ, Kombes Yusri Yunus.

"Kalau pemberitahuan sampai dengan hari ini belum. Mudah2an hari ini masuk. Karena kan biasanya H-2, H-3 setiap ada kegiatan semacam ini baru memasukkan pemberitahuan kepada Polda Metro Jaya," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/2).

Walakin, Yusri menyebut pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan koordinator lapangan untuk mempersiapkan personel pengamanan. Berdasarkan hasil rapat tersebut, Yusri mengatakan jumlah masa aksi tidak banyak.

Baca juga : Tipu Bisa Gandakan Dollar, WN Kamerun Ditangkap

"Memang yang akan hadir juga nggak terlalu besar, sekitar dua ribuan lah kemungkinan. Kegiatannya pun kegiatan humanis yang akan dilakukan oleh saudara-saudara kita menyampaikan pendapat. Sehingga kita sudah siapkan unit pengamanan oleh Polres Jakarta Pusat dan nanti akan di-back-up oleh Polda Metro Jaya," ungkap Yusri.

Aksi 212 tersebut digagas oleh Front Pembela Islam (FPI) bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Rencananya, aksi tersebut akan digelar di depan Gedung DPR RI.

Beberapa kasus korupsi yang menjadi sorotan dalam aksi itu antara lain suap yang melibatkan eks caleg DPR RI dari PDIP Harun Masiku kepada eks Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, kasus kondensat yang menyeret nama Honggo Wendratno, serta dugaan korupsi di perusahaan plat merah Jiwasraya dan Asabri. (OL-7)

BERITA TERKAIT