19 February 2020, 17:05 WIB

Cerita Ari Dwipayana Siapkan Milenial Jadi Staf Khusus Presiden


Ghani Nurcahyadi | Politik dan Hukum

KESIBUKAN Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Ari Dwipayana kini berkutat dengan generasi milenial setelah masuknya 7 staf khusus milienal dalam lingkaran Istana Kepresidenen November tahun lalu.

Doktor Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada itu mengatakan, masuknya milenial kedalam pemerintahan merupakan bagian dari akomodasi pemerintah terhadap kemajuan zaman.

"Sudah jadi tren baru di beberapa negara, milenials tidak lagi tabu masuk dalam pemerintahan. Sekarang kita punya 7 staf khusus milenial, tugas Saya juga mengkoordinatori mereka," kata alumnus UGM angkatan 1990 itu dalam keterangan tertulisnya.

Tujuh staf khusus milenial kata Ari bertugas menjadi jembatan antara milenial dengan Presiden Joko Widodo.

Setiap staf khusus memiliki latar belakang yang berbeda. Mereka juga sebelumnya sudah memiliki prestasi dan jaringan yang luas. Ari menilai staf khusus milenial saat ini semua memiliki kinerja baik.

Latar belakang staf khusus milenial itu pun. lanjut Ari, menunjukkan kreatifitas dan prestasinya. Seperti CEO Ruangguru Adamas Belva yang punya kkontribusi di bidang pemerataan pendidikan.

Baca juga : Staf Khusus Milenial Jangan cuma Kemasan

CEO Creativepreneur Putri Tanjung, ujar Ari, dipilih karena punya inisiatif yang baik dalam membentuk jiwa kewirausahaan. Sedangkan CEO Amartha Mikro Fintech Andi Taufan Garuda Putra, dipilih karena punya inisitaif membantu ushaa mikro kecil dan menengah (UMKM).

Di sisi lain, ada Gracia Billy Mambrasar yang punya inisiatif dalam mengembangkan talenta putra-putra daerah. Ada juga Ayu Kartika Dewi yang lewat Sabang Merauke menggemakan keberagaman dan toleransi.

Sedangkan Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminudin Ma'ruf dipilih karena inisiatifnya dalam melakukan digitalisasi karya-karya ulama terkemka nusantara dan jaringannya ke kalangan santri.

Demikian juga Anki Yudistia, seorang disabilitas yang mendirikan organisasi yang memperkuat kepercayaan diri kalangan disabilitas.

"Jadi apapun bisa teman-teman karyakan. Meraih sesuatu atau tidak setelahnya, tergantung bagaimana kemauan teman-teman," jelas Ari di hadapan Wisudawan UGM tahun 2020.

Menjadi staf khusus milenial kata Ari, harus berjiwa kreatif, serta empati dan bermanfaat untuk orang lain. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT