20 February 2020, 05:50 WIB

OVO Targetkan Menjadi Aset Strategis Nasional pada 2020


(Hld/E-3) | Ekonomi

Salah satu dompet digital OVO bertekad terus berkontribusi meningkatkan ekonomi digital Indonesia. Untuk itu, tidak hanya fokus pemain besar di industri ekonomi digital, tetapi juga menjadi aset strategis nasional (national strategic asset) pada 2020 ini.

"Kami terus berusaha agar OVO bisa menjadi aset nasional yang strategis yang peranannya untuk konsumen, negara, dan pemerintah. OVO memperkuat jajaran pimpinannya sejak tahun lalu," jelas Presiden Direktur PT Visionet Internasional (OVO), Karaniya Dharmasaputra, di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, Karaniya menjelaskan OVO optimistis bisa mencapai profitability yang dibuktikan dengan revenue yang terus naik. Hal ini disebabkan adanya roadmap yang jelas di era digital ini sehingga upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bisa dilakukan.

"OVO bisa profit. Revenue OVO naik signifikan. Marketing budget kami diturunkan dengan signifikan ini tidak simultan merefleksikan revenue turun. Justru sebaliknya. Saya kira suatu waktu OVO akan mencapai profitability itu," ungkapnya.

Optimisme ini berdasarkan pada fakta bahwa konsumsi masyarakat atas dompet digital sudah mulai meningkat. Setidaknya sebanyak 3% masyarakat Indonesia sudah merasa nyaman (comportable) menggunakan layanan dompet digital. Ini menjadi peluang OVO dalam berkontribusi bagi inklusivitas ekonomi Indonesia.

"Peran dompet digital ini di sektor konsumsi baru 3%. Saya rasa masyarakat yang 3% sudah mulai comportable. Pengguna dan merchant mengalami kenyamanan/benefit. Jadi untuk memperluas, ya besar sekali," tuturnya.

Ke depannya, kata Karaniya, transformasi digital ekonomi perlu diterapkan. OVO berupaya menjadi bagian dalam transformasi ini. Salah satunya terlibat secara aktif di industri ekonomi digital.

Pada kesempatan itu, Karaniya juga menegaskan pihaknya siap jika diminta untuk menyediakan layanan pembayaran SPP sekolah.

Sementara itu, Presiden Komisaris OVO, Mirza Adityaswara, yang baru dikukuhkan, kemarin, mengatakan optimismenya OVO ke depan akan semakin memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan keuangan digital di Indonesia dan tumbuhnya ekosistem keuangan nasional yang kian inklusif dan progresif. (Hld/E-3)

BERITA TERKAIT